Pengamen Dibunuh, Dibuang di Waduk Penjalin

Ditulis 07 Apr 2010 - 20:17 oleh Banyumas1
Mayat pengamen ini diangkat dari pinggiran Waduk penjalin Petuguran Winduaji (foto:mut/BNC)

Mayat pengamen ini diangkat dari pinggiran Waduk penjalin Petuguran Winduaji (foto:mut/BNC)

BUMIAYU-Sesosok mayat penuh luka yang diduga kuat merupakan korban pembunuhan, ditemukan mengambang di Waduk Penjalin yang berada di perbatasan Brebes-Banyumas Jawa Tengah. Korban yang diketahui berprofesi sebagai pengamen ini dihabisi oleh pelaku kemudian dibuang di bendungan tersebut.

Mayat diangkut ke truk dan dibawa ke RS Bumiayu untuk dioutopsi (foto:mut/BNC)

Mayat diangkut ke truk dan dibawa ke RS Bumiayu untuk dioutopsi (foto:mut/BNC)

Mayat yang ditemukan mengambang ditengah bendungan ini kemudian dievakuasi ke tepi waduk. Dari tubuh korban terdapat sejumlah luka di bagian kepala dan wajah. bahkan mata korban nyaris keluar, diduga akibat tusukan benda tajam.

Penemuan mayat tanpa identitas di waduk yang berada di Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Brebes ini menggemparkan warga setempat. Belakangan diketahui, korban bernama Rasul (34) warga Karangnangka Paguyangan yang selama ini berprofesi sebagai pengamen.

Menurut kerabat korban, pemuda bertato ini terakhir kali terlihat pada Minggu malam. Saat itu korban bersama sejumlah temannya baru saja menyaksikan panggung hiburan di desa setempat. Namun setelah itu korban tidak terlihat lagi.

Warga berkerumun di tepi waduk, melihat mayat yang sudah bau busuk (foto:mut/BNC)

Warga berkerumun di tepi waduk, melihat mayat yang sudah bau busuk (foto:mut/BNC)

“Dia pergi pada hari Minggu kemarin, katanya mau nonton dangdut. Ya sejak itu saya sudah ndak pernah lihat lagi,” ujar Endro (30) keluarga korban.

Polisi memperkirakan korban telah tewas tiga hari lalu. Sebelum dibuang di waduk , pelaku terlebih dulu membunuh korban. Untuk mengungkap kasus ini, polisi masih meminta keterangan sejumlah saksi. Sementara, jenazah pengamen ini dibawa ke rumah sakit Bumiayu untuk dioutopsi (BNC/mut)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. slamet 07/04/2010 pukul 21:07 -

    astaghfirullah…. semakin tidak berharga mata manusia di mata mereka yang jahat. Ya Allah, damaikanlah negeri ini dari semua mara bahaya, sadarkanlah para pemimnpin dan elit untuk berlaku jujur agar warganya dapat meniru perbuatan baiknya.

Leave A Response