Tarian massal ‘Tumandang Banyumas Gumregah’ meriahkan hari jadi Banyumas

BANYUMAS – Untuk pertama kalinya peringatan hari jadi Banyumas dimeriahkan dengan tarian massal yang melibatkan ratusan penari dalam satu irama gerak yang memikat. Adalah tari “Tumandang Banyumas Gumregah” yang digelar di Alun-alun Purwokerto usai upacara hari jadi Banyumas yang ke 428, siang tadi (06/04).

Sebagaimana laporan BanyumasNews.com saat melihat sesi latihan, tarian massal ini benar-benar melibatkan setidaknya 500 siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA dari sekolah yang ada di Kabupaten Banyumas.

Tarian massal ini digelar atas inisiatif dan ide Bupati Mardjoko yang menginginkan ada tarian yang menunjukkan dinamika warga Banyumas menuju kebangkitan pembangunan di kabupaten ini. Para penari pun mengenakan kostum bergaya Banyumasan, berwarna pink dengan selendang warna putih. Mereka berlenggang lenggok, kemudian membentuk formasi yang menggambarkan HUT Banyumas ke-428.

Koreografer yang terlibat dalam gelaran ini antara lain Sri Rahayu (54), seorang pamong budaya Kecamatan Puwokerto Timur. Juga ada nama Partono (53), yang juga seorang guru, yang memodifikasi  iringan calung “Renggong Lor” agar tampak lebih dinamis.

Untuk menggelar tarian masal ini memerlukan persiapan yang cukup lama yaitu sejak Februari 2010. Untuk latihan, awalnya siswa berlatih di sekolah masing-masing. Kemudian berlatih bersama di alun-alun Purwokerto dalam tujuh kali pertemuan.

Sebuah karya monumental dan layak diapresiasi, karena mengedepankan unsure local Banyumasan. (BNC/puh/ist)

Sesi latihan tarian massal
Sesi latihan tarian massal

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.