Pilkada Banyumas 2018: Mardjoko – Ifan No 1, Husein – Sadewo No 2

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Pasangan calon bupati / wakil bupati Mardjoko – Ifan Haryanto mendapat nomor urut 1, sedangkan pasangan Achmad Husein – Sadewo Tri Lastiono mendapat nomor urut 2 dalam pengundian nomor urut pasangan calon bupati / wakil bupati dalam Pilkada Banyumas yang diadakan pada Juni 2018 mendatang. Pengundian nomor urut calon bupati / wakil bupati diadakan pada Selasa (13/2/2018) di Aula Gedung Korpri Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

 

Sehari sebelumnya pada Senin (12/2/2018), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas telah menetapkan dua pasangan calon (Paslon) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Tahun 2018. Keputusan itu diambil melalui Rapat Pleno Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018 di aula kantor KPU Kabupaten Banyumas,.

Penetapan itu disampaikan langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Unggul Warsiadi, yang dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU Kabupaten Banyumas nomor 14/PL.03.3-Kpt/3302/KPU-Kab/II/2018 tentang Penetapan Nama-nama Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sebagai Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Tahun 2018.

Pasangan Mardjoko – Ifan didukung oleh enam partai pengusung yakni Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pasangan ini meraup dukungan 30 kursi di DPRD Banyumas dengan rincian, Golkar 6 kursi, PKB 7 kursi, Gerindra 6 kursi, PKS 4 kursi, PAN 4 kursi dan PPP 3 kursi.

Sementara pasangan Husein – Sadewo didukung total 20 kursi di DPRD Banyumas, dengan rincian, PDI P 16 kursi, partai Demokrat 3 kursi dan Nasdem 1 kursi.

Kedua pesaing dalam Pilkada Banyumas 2018 ini, yakni Mardjoko dan Achmad Husein, pernah bersanding sebagai Paslon Bupati dan Wakil Bupati dan memenangkan Pilkada Banyumas 2008. Mereka berdua memimpin Banyumas sampai satu periode tahun 2008-2013.

Namun dalam Pilkada berikutnya di tahun 2013, keduanya berpisah kongsi dan sama-sama mencalonkan diri sebagai calon bupati. Mardjoko harus tersingkir dan mengakui keunggulan mantan wakilnya itu. Nah, di ajang Pilkada 2018 ini keduanya kembali bertarung memperebutkan tahta R-1 Banyumas. Mampukah Mardjoko melakukan revans? (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*