Underpass Sudirman Mulai Dibangun, Bakal Atasi Macet di Perlintasan KA Stasiun Purwokerto

 

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein melakukan ground breaking dengan mengoperasikan sebuah kendaraan alat berat (bego; eskavator) sebagai tanda dimulainya pembangunan Underpass Jalan Jenderal Sudirman Purwokerto di wilayah Kelurahan Pasir Muncang Kecamatan Purwokerto Barat, Sabtu (9/2/2018) siang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan dan jajaran Forkompimda setempat.

Posisi underpass berada 230 meter di sisi selatan lintas sebidang Jalan Jenderal Sudirman Purwokerto.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Dr Ir Irawadi CES, tugas pemerintah daerah, adalah menyusun detail engineering design (DED). Adapun pekerjaan teknis menjadi ranah Kementerian Perhubungan RI.

Underpass nantinya dihubungkan oleh sebuah jalan lingkar, yang pembangunannya terbagi dalam dua segmen. Segmen timur menjadi tanggung jawab Pemkab Banyumas, sedangkan segmen barat menjadi tanggung jawab PT KAI. Di bagian barat dan timur akan dibanguan pula bundaran, masing-masing berdiameter 30 m.

“Groundbreaking underpass ini sekaligus sebagai tandai dimulainya pembangunan Overpass Kebasen,” kata Irawadi.

Melewati Proses Panjang

Pemerintah Kabupaten Banyumas pada awalnya akan membangun Flyover Sudirman untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di ruas jalan tersebut, yang dipicu adanya lintas sebidang rel kereta api.

“Kita pernah merencanakan Flyover Sudirman. Waktu itu status Jalan Sudirman masih merupakan jalan Nasional,” kata Bupati Husein.

Menurut Husein, rencana pembangunan flyover akhirnya dibatalkan karena berbagai pertimbangan. Selain dampak sosial lebih tinggi, pembangunan flyover justru memicu kemacetan lebih panjang karena pembangunannya mengharuskan penutupan jalan di ruas tersebut selama pekerjaan.

Dengan dibangunnya flayover, menurut Husein, mengakibatkan banyak toko di sekitar akan tutup. Di samping itu, flyover tidak bisa dilalui dokar dan becak.

Pekerjaan underpass seniai Rp 90 milyar tersebut dipastikan selesai akhir November 2018.

“Presiden Jokowi diharapkan dapat meresmikannya pada Januari 2019,” kata Husein.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Dr Edi Nur Salam ATD MT, hadir di lokasi pembangunan underpass mewakili Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI.

Jalur Purwokerto-Kroya, menurut Edi, merupakan segmen terakhir dari pekerjaan jalur Cirebon Kroya. Pihaknya mengapresiasi peran Pemerintah Kabupaten Banyumas yang telah memberikan fasilitasi berupa penyediaan lahan untuk akses Underpass Sudirman.

“Setelah jalan menghubungkan underpass ini selesai dibangun, maka lintas sebidang akan kami tutup,” kata Edi.

Pembangunan underpass dan overpass merupakan proyek strategis nasional, untuk mendukung penyelesaian jalur ganda kereta api di wilayah Jawa bagian selatan.

Sekadar catatan, Kementerian Perhubungan RI setahun terakhir ini mengucurkan dana tak kurang dari Rp 200 milyar untuk pembangunan di Kabupaten Banyumas. Jumlah tersebut merupakan sumber dari APBN.

Untuk pembangunan underpass sendiri Rp 49 milyar dari APBN, melalui Kementerian Perhubungan RI.

“Adapun dari APBD sekitar Rp 30 milyar,” kata Husein. (BNC/*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*