Purbalingga-Jepang Kerjasama Pengadaan Chop Stick

Ditulis 04 Apr 2010 - 21:50 oleh Banyumas1

PURBALINGGA- Tak hanya Korea , Negara Jepangpun keranjingan bermitra dengan Purbalingga. Setelah ada dua pabrik berdiri yakni NYP dan Narayana, Jepang kembali menjalin kerjasama dengan Purbalingga. Kali ini dengan menggandeng pengusaha lokal Lucky Hanifan, ST pemilik PT. Samyo Nurrudin Jaya Prima yang beralamat di Wirasana-Purbalingga.

Sama seperti NYP dan Narayana, produk yang akan diproduksi di Purbalingga ini berbahan kayu, yakni stick (lidi kayu untuk kembang api) dan chop stick (sumpit sekali pakai dengan pangkal bertaut). Bedanya, pihak Jepang dalam hal ini hanya sebagai pembeli tunggal, bukan pemilik pabrik/ perusahaan di Purbalingga.

“Jadi Jepang disini hanya sebagai pembeli tunggal, sekaligus asistensi. Fungsi asistensi sebagai pengendali mutu agar kualitas terjaga sesuai standar dari Jepang,” jelas Rahmat Aripin, SE,  yang bertugas sebagai fasilitator kerjasama Jepang-Purbalingga,Minggu (04/03)).

Kepada para pengusaha Jepang yang terdiri dari Hirohisa Kusunone (President Kusunose Mokkouzo – Japan ) dan Shibata Shinzi (Factory Manager Kusunose Mokkouzo – Japan ), Bupati berjanji akan memfasilitasi penyediaan bahan baku berupa kayu mlinjo.

“Tapi, untuk sementara ini, permintaan pengadaan bahan baku ubi badul, belum bisa kami realisasikan. Karena pembudidayaannya belum memenuhi jumlah yang diharapkan, yaitu sebanyak dua kontainer sebulan. Kami hanya bisa fasilitasi kayu mlinjo untuk stick dan chp stick,” jelas Bupati yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Aripin kepada para pengusaha Jepang itu.

Menurut Aripin, ubi badul ini akan diolah menjadi tepung yang disebut Konjac, semacam tepung sebagai bahan dasar makanan tradisional Jepang. Konjac ini ke depan juga sebagai produk utama PT. SN Jaya Prima, selain chop stick dan stick.

“Jepang memang minta agar Purbalingga tetap memproduksi Konjac. Artinya, difasilitasi bahan bakunya atau tidak, produksi Konjac akan tetap jalan. Tapi seperti yang disampaikan Pak Bupati tadi, pak Bupati belum menyanggupi pengadaan ubi badul yang memang saat ini agak sulit untuk mencarinya,” imbuh lelaki yang telah berhubungan baik dengan Mr. Kenzaburo Sugimoto, pemilik PT. NYP Wood Work yang bertempat di Kecamatan Kutasari ini.

Dalam pertemuan tersebut, Sugimoto menyampaikan kepada Bupati, kemudahan berinvestasi serta minimnya retribusi dan pajak menjadi alasan utama kecintaannya pada Purbalingga. Pengusaha Jepang pertama yang menanamkan modal di Purbalingga ini ternyata mempromosikan Purbalingga sebagai lokasi beriklim investasi paling nyaman kepada rekan-rekan pengusaha Jepang.

“Mr. Sugimoto itu di negaranya termasuk pengusaha senior yang cukup disegani. Kepuasannya terhadap pelayanan di Purbalingga, menjadi panutan bagi pengusaha Jepang yang kesulitan mencari tempat berinvestasi di Indonesia ,” jelas Aripin lagi.

Operasional produksi chop stick dan stick sementara baru akan dilaksanakan setelah mesin yang dibuat China sudah sampai di Purbalingga. Rencana awal, mesin sampai 28 Maret 2010. Namun karena kendala teknis, hingga berita ini diturunkan belum juga sampai. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response