Tiga Paslon Unjuk Cerdas Atasi Masalah Purbalingga

Ditulis 04 Apr 2010 - 21:49 oleh Banyumas1

PURBALINGGA –  Berbagai permasalahan di Purbalingga menjadi studi kasus bagi para pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati dalam Debat Cabup-Cawabup yang digelar KPUD Purbalingga di Gedung Bina Sejahtera, Sabtu (3/4). Di depan sekitar 300-an undangan, tiga paslon adu cerdas dan tanggap menyampaikan rangkaian solusi sesuai visi misi yang diusungnya.

Salah satu poin yang paling menarik ketika moderator Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc dari UGM meminta pendapat para paslon tentang dilematis Pemkab Purbalingga dimana satu sisi ingin menarik investor sebanyak mungkin namun di sisi lain ingin melindungi kaum buruh yang mayoritas penduduk Purbalingga.

Menanggapi hal ini, pasangan Ir. Singgih Hidayat, EHS. Dipl yang mendapat kesempatan pertama menyampaikan solusinya, berjanji akan menyelenggarakan seleksi bagi plasma-plasma yang ada dan tiap investor yang datang. Plasma-plasma harus dijamin sehat, baik dari keuangan, kepatuhan terhadap aturan, termasuk dalm hal kesejahteraan buruh. Investor tetap diupayakan untuk masuk Purbalingga, dengan mempertimbangkan untung rugi bagi Purbalingga.

Sementara, Setyaningrum sebagai wakilnya, menambahkan pentingnya pengaturan jam kerja para pekerja paabrik terutama kaum perempuan agar tidak pulang terlalu larut malam karena perannya yang kompleks dalam rumahh tangga.

R. Bambang Budi Surjono yang mendapat giliran selanjutnya mengakui persoalan tersebut memang sulit diatasi. Sayangnya, cabup dengan jargon “Pendidikan Maju Pertanian Jaya” ini tidakmemberikan laternatif ssolusi dari permasalahn yang diajukan sang moderator.

Sementara calon wakil bupati pendampingnya, Mohammad Wijaya menitikberatan pada jaminan keamanan bagi pengusaha sehingga Purbalingga tetap sebagai kabupaten pro investasi. Di akhir kesempatan, Wijaya tidak sempat menyampaikan solusinya untuk melindungi buruh karena waktu yang diberikan moderator telah habis.

Terakhir, Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si menyampaiakn untuk menarik investor pihaknya akan menekan ekonomi biaya tinggi dengan manajemen perijinan yang murah, mudah, tanpa pungli dan cepat. Tak hanya itu, menurut Heru penting juga memfasilitasi pengusaha dengan saana prasarana yang memadai seperti jalan, jembatan, jaringan listrik dan air bersih. Dari sisi pekerja, pihaknya akan membuat regulasi yang bisa menguntungkan kedua belah pihak,mengacu pada standar kehidupan yang layak. Namun karena meningkatkan upah tanpa disertai kerampilan tidak fair, maka Heru didukung wakilnya, Drs. Sukent Rido Marhaendrianto, MM menambahkan pihaknya akan mengoptimalkan SMK dan balai latihan kerja untuk mendidik para pemuda lebih trampil dan produktif.

Kento juga mengimbuhi, untuk mencapai sejahtera pada dasarnya orang butuh peningkatan pendapatan dan turunnya biaya hidup. Peningkatan pendapatan mungkin sulit terealisasi, sehingga paling memunginkan menurunkan biaya hidup dengan sistem job order yang semakin ditingkatkan, artinya mendekatkan lokasi pabrik dengan domisili para bekerja, atau meningkatkan jumlah pekerja untuk skala rumahan.

Acara yang sempat molor hampir dua jam itu berjalan relatif lancar, karena telah dijaga ketat oleh pasukan Satuan Polisi pamong Praja untuk menghindari anarkisme.Himbauan ini juga disampaikan Sekda Purbalingga, Subeno, MM. saat membacakan sambutan Bupati dalam acara tersebut. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response