Kirab hari jadi Banyumas: kereta kencana Bupati dikawal puluhan prajurit

Ditulis 04 Apr 2010 - 19:01 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Masyarakat Purwokerto dan sekitarnya Minggu siang ini (04/04) disuguhi ‘tontonan’ prosesi kirab hari jadi Kabupaten Banyumas yang ke 428. Dalam kirab ini Bupati Banyumas Mardjoko bersama isteri naik kereta kencana sebagaimana sudah beredar kabar sebelumnya.

Kereta kencana bupati dikawal oleh puluhan prajurit berbadan besar sehingga kelihatan lebih menonjol daripada kereta kencana sendiri. Bupati yang duduk di sisi kiri, melmbaikan tangan kepada masyarakat yang menyaksikan di pinggir jalan yang dilalui prosesi kirab.

Wakil Bupati, Ketua DPRD dan Muspida serta rektor perguruan tinggi di Purwokerto naik dokar yang mengiringi kereta kencana. Namun ada dokar yang kosong, yang mestinya diperuntukkan untuk Kapolres dan Ketua Pengadilan Negeri Banyumas.

Prosesi kirab yang dimulai dari depan bioskop Rajawali di Jl S Parmn diawali dengan kirab pusaka tombak Kiai Gajah, Kiai Nolo Noloprojo dan Kitab Stambul. Selain itu digelar kirab budaya dari Pendopo Wakil Bupati Banyumas di Jalan Jenderal Sudirman menuju ke Pendopo Si Panji Banyumas di Jalan Alun Alun Purwokerto.

Iring-iringan nama-nama Bupati dan gambar Bupati terdahulu sampai Bupati ke-29 diarak oleh pelajar-pelajar SMA/SMK, kemudian peserta dari Dinas/SKPD di lingkungan Kabupaten Banyumas. Gelar budaya masing-masing kecamatan menyusul di belakangnya. Ada pula kelompok-kelompok prestasi yang membwa piala-piala yang diperoleh oleh tim dari Kabupaten Banyumas di berbagai ajang.

Masyarakat sepanjang jalan yang dilalui antusias melihat kirab ini, hanya saja untuk nama-nama Dinas / SKPD ada yang mengeluh sulit dihapal singkatan-singkatannya. “Mbok ditulis kepanjangannya, jadi tahu apa itu Cadukcapil…” gurau Sukiro, warga dari Wangon yang datang ke Purwokerto dengan anak dan isterinya.

Ia berharap semestinya  ajang tahunan ini menjadi sosialisasi bagi Pemkab untuk dinas / SKPD yang ada, dan tidak sekedar berjalan kaki mengenakan pakaian tradisional.

Berbagai kesenian khas Banyumas ditampilkan oleh grup dari berbagai kecamatan,seperti lengger, calung, kenthingan, tlebang, dan ada juga aksi barongsai.

“Tapi itu yang tampil di kesenian tradisonal kok sudah sepuh-sepuh yah… wis kaki nini…”, kata Sukiro lagi. (BNC/puh)

Kereta Kencana Bupati dikawal prajurit (foto:puh)

Kereta Kencana Bupati dikawal prajurit (foto:puh)

PNS Pemkab dengan batik Banyumasan (foto:puh)

PNS Pemkab dengan batik Banyumasan (foto:puh)

Kirab nama dan gambar Bupati terdahulu (foto:puh)

Kirab nama dan gambar Bupati terdahulu (foto:puh)

Tentang Penulis

Leave A Response