John dan Kaos Kakinya | Kisah Inspiratif

Ditulis 27 Jan 2018 - 14:40 oleh Banyumas1

JOHN & KAUS KAKINYA.. Ini kisah penuh inspirasi untuk siapa saja.

Namanya John Cronin..

Ia penderita down syndrome, penyakit sejak lahir akibat kelainan genetik. Sulit bergaul di kalangan manusia normal, ia punya ayah yang selalu dekat dan sangat menyayanginya.

John ingin bisnis. Ia mengajak ayahnya – yang tentu saja bersedia. John awalnya ingin jual makanan pake truk atau food truck, tapi ayah dan anak itu sama-sama tidak bisa memasak.

Akhirnya John berbisnis kaus kaki.

Kaus kaki? Ya, rupanya John tergila-gila pada kaus kaki dengan gambar yang lucu-lucu. Bersama ayahnya, mereka berdua membuka toko online dengan nama “John’s Crazy Socks”.

Tahu berapa pendapatan mereka sekarang? Lebih dari 15 miliar rupiah pertahunnya. Sebuah pencapaian yang luar biasa dari seorang anak down syndrome, melebihi apa yang dilakukan banyak manusia biasa..

Tuhan mengajarkan manusia melalui banyak peristiwa. Banyak juga melalui manusia lain sebagai pembawa pesanNya.

Apa yang diajarkan John kepada kita?

Banyak. Yang pertama adalah tidak menyerah. John mengalami banyak ujian dalam perkembangan dirinya yang membuatnya tidak diterima. Ia hanya punya ayah yang mencintainya, tapi itu sangat cukup baginya..

Yang kedua adalah konsistensi.

Meski sebuah usaha mengalami jatuh bangun, John tetap konsisten dengan apa yang dilakukannya. Ia menganggap apa yang dilakukannya adalah bermain, bukan bekerja. Dengan bermain, ia menikmati setiap detik waktunya, baik ketika sulit maupun ketika ia mulai berhasil menjual kaus kakinya.

Yang ketiga adalah beradaptasi.

John menjual barangnya dengan menggunakan sistem yang sedang trend saat ini, yaitu melalui online. Ia tidak membuat butik, distro atau apapun namanya, karena biaya operasionalnya tinggi. Hanya dengan online, ia memasarkan sampai mengantarkan barang sendiri ke rumah pembeli jika satu kota dengannya..

Nah, yang keempat dan paling utama dari semua itu adalah John menjalankan usahanya dengan CINTA..

John mencintai kaus kaki. Dan ia mewujudkan kecintaannya dalam bentuk usaha. Dengan begitu ia tidak punya beban apapun, yang penting dia bisa tetap dekat dengan apa yang disukainya.

Selain itu John juga hidup dalam kecintaan, terutama cinta dari ayahnya. Itulah yang membuatnya menjadi orang yang jauh lebih berbahagia daripada manusia normal pada umumnya..

“Share the fun..” kata ayahnya.

Kebahagiaan itu harus dibagi ke semua orang dan mereka membaginya dalam bentuk bahasa sederhana yang mereka kenal, yaitu warna-warni dan gambar di kaus kaki.

Ketika kita hidup dalam kecintaan dan membagi kecintaan kita kepada banyak orang, disitulah sumber kebahagiaan sejati.

Kebahagiaan tidak perlu dicari, tetapi bangun dalam diri sehingga keping- keping kebahagiaan lain – yang entah darimana datangnya – menempel pada diri kita. Sesudah itu, bagikan ke semua orang..

John dan ayahnya mengajarkan banyak kepada kita. Manusia yang merasa dirinya normal secara fisik, tapi banyak dari kita yang cacat secara mental karena terlalu mudah putus asa dan ingin semua kesempurnaan “sim salabim” hadir sekejap mata..

Membagikan kebahagiaan adalah bagian dari menghadirkan kebahagiaan di dalam diri sendiri…  (BNC / WAG)

Foto : John’scrazyshock.com

 

Tentang Penulis

Leave A Response