Warga Pandansari Tuntut Kembalikan Nama Baik | Terkait Demo Tolak Demo PLTB

Ditulis 27 Jan 2018 - 09:00 oleh Banyumas1

Ratusan aktifis demo tolak PLTPB Baturaden yang berada di lereng selatan Gunung Slamet,  tahun lalu. 

BanyumasNews.com,  BREBES –  Warga Desa Pandansari dan Wanareja,  Kecamatan Paguyangan,  Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,  menuntut PT Sejahtera Alam Energi (SAE) yang sedang mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB)  di lereng Gunung Slamet untuk mengembalikan nama baik warga,  terkait dengan berita demo yang menolak demo keberadaan  PLTB yang terjadi pada 19 Januari 2018 lalu.

Tuntutan itu disampaikan oleh puluhan perwakilan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pandansari dan Wanareja Peduli Lingkungan, saat melakukan mediasi dengan PT SAE pada Jumat (26/01/2018).

Perwakilan warga, Wawan, mengatakan aksi “demo tolak demo” pada 16 Januari 2018 tidak mewakili masyarakat Pandansari, tapi dimobilisasi oleh oknum yang ingin memprovokasi dan mengadu domba masyarakat Pandansari dengan pihak-pihak yang berkeinginan melakukan aksi pada PT SAE.

“Kami minta pihak SAE untuk mengklarifikasi pada pihak terkait bahwa masyarakat Pandansari tidak menolak adanya aksi demo, SAE juga harus membersihkan nama masyarakat Pandansari”, imbuh Wawan.

Forum Masyarakat Pandansari dan Wanareja Peduli Lingkungan mendatangi PT SAE sebagai langkah evaluasi sembilan tuntunan aksi tahun lalu.

Di antara tuntutan itu, revitalisasi mata air Capit Urang menjadi prioritas yang harus dilaksanakan oleh PT SAE,  karena pentingnya sumber mata air sebagai sumber kehidupan masyarakat.  “Jangan sampai debit air berkurang pada masa mendatang”, kata Wawan dikutip redaksimedinas.com.

Seorang warga Pandansari,  Sukamto, mengatakan sumber air Capit Urang merupakan sumber air utama untuk kebutuhan pertanian,  kebutuhan  air bersih, dan keperluan lainnya. “Saat ini sedang  perbaikan tapi belum selesai.  Terus kemarin pertemuan dengan SAE mengenai jalan yang longsor sebelum dukuh Tretepan, sebelum penanganan longsor mobilisasi alat berat ‘nggak boleh naik.  Dan PT SAE setuju”, kata Sukamto melalui saluran WA.  (BNC / ist)

 

 

Tentang Penulis

Leave A Response