Indonesia diminta pertimbangkan penggunaan uang dinar

Ditulis 04 Apr 2010 - 02:09 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
74
Dalam Tag

JAKARTA – Dalam seminar internasional ekeonomi syariah di Jakarta Sabtu (03/04) pembicara Muhaimin Iqbal dari Gerai Dinar mengusulkan agar Indonesia mempertimbangkan penggunaan emas atau dinar untuk menggantikan penggunaan uang kertas sebagai alat tukar guna mempertahankan kestabilan moneter.

Lebih lanjut ia mengatakan  rata-rata penduduk dunia menurun tingkat kemakmurannya karena penurunan daya beli uang kertas.

“Yang bisa mengendalikan inflasi ini adalah pemerintah khususnya otoritas moneter. Tetapi ada yang bisa dilakukan untuk melawan inflasi yang dengan meminimalkan penggunaan uang yang menjadi penyebab inflasi,” katanya.

Ia menjelaskan, jika tidak ingin menjadi korban inflasi maka jangan menaruh kekayaan yang kegunaannya bersifat jangka panjang dalam bentuk uang. Jika mayoritas kekayaan tersimpan dalam bentuk uang seperti rupiah atau dolar, maka daya beli kekayaan akan terus menurun.

“Bila dalam lima tahun terakhir saja harga beras internasional rata-rata naik dua kali, maka daya beli uang terhadap beras menurun,” katanya.

Ia mencontohkan, daya beli emas untuk rupiah misalnya hanya tinggal sekitar 20 persen selama 10 tahun terakhir. Jika diawal 2000 emas seberat satu gram dibeli dengan harga Rp. 66 ribu, maka kini dengan uang yang sama hanya menghasilkan 0,2 gram emas saja. Muhaimin menuturkan kondisi serupa juga dialami untuk mata uang lain seperti dolar, yen, euro, dan poundsterling.

Untuk itu, ia merekomendasikan penggunaan dinar sebagai pengganti uang, karena dinar adalah benda riil yang tidak rusak dan memiliki daya beli relatif stabil sepanjang tahun. (BNC/ant)

ilustrasi

ilustrasi

Tentang Penulis

Leave A Response