Wisata Keluarga Mendaki Gunung Slamet, Mau?

Pemkab Purbalingga tengah menggagas wisata keluarga pendakian Gunung Slamet

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Tren berwisata menjadi kebutuhan primer keluarga. Merespon tren itu,  Pemkab Purbalingga mengagas paket wisata keluarga pendakian Gunung Slamet (3.428 m dpl). Wow!

Pemkab Purbalingga akan merubah kesan, jika pendakian gunung hanya dilakukan oleh anak-anak muda dan remaja saja. Lewat penjajakan itu, diharapkan pendakian ke Gunung Slamet nantinya bisa dilakukan oleh satu keluarga, atau rombongan yang ingin menikmati sensasi wisata unik.

Tim dari Pemkab yang terdiri dari Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah (Bapelitbangda), Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar), Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta tim kreatif dari manajemen Owabong (Obyek Wisata Air Bojongsari), Kamis (21/12/2017) lalu melakukan survei hingga ke pos pendakian II di Puncak Gunung Slamet.

Tim memetakan areal dan destinasi wisata apa yang bisa diterapkan di puncak yang berhawa dingin serta sejuk tersebut.

“Tim kecil ini melakukan survei awal menindaklanjuti ide Bupati Purbalingga, agar Gunung Slamet bisa menjadi destinasi wisata keluarga di Jawa Tengah, bahkan di Indonesia. Seperti halnya di Gunung Bromo yang bisa didaki oleh pendaki dari kalangan keluarga atau usia 50 tahun ke atas,” kata Sekretaris Balitbangda Purbalingga, Siswanto, S.Pt, M.Si.

Siswanto mengatakan, gagasan destinasi wisata pendakian ini tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan juga kelestarian fungsi hutan dan padang safana yang menjadi habitat utama di lereng Gunung Slamet.

“Dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hutan, kemungkinan yang bisa digarap untuk wisata keluarga paling tinggi di pos I atau pada ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan air laut”, tambahnya.

Pos itu, apabila dicapai dengan jalan kaki, memakan waktu sekitar 2,5 jam dari pos pendakian awal di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, yang berada pada ketinggian 1.502 meter diatas permukaan laut.

Siswanto menambahkan, pada tahap awal, hal yang bisa dikerjakan adalah pembenahan infrastruktur dari Pos awal Bambangan menuju pos I. Saat ini, dari pos Bambangan telah dicor sepanjang kurang lebih 1 kilometer.

“Nantinya, jika tidak diperkeras dengan semen, bisa juga dioperasionalkan kendaraan jeep atau hardtop seperti di daya tarik wisata Lava Tour Sleman Yogyakarta,” tambah Siswanto. (BNC/PI)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.