Esi Saputri: Berjilbab Tak Halangi Berkreasi

BanyumasNews.com, PURWOKERTO –  Berjilbab itu indah. Memakai jilbab saat beraktivitas di mana pun. Itulah yang dilakoni Esi Saputri. Menurutnya, jilbab tidak membatasi seorang perempuan untuk berkreasi.

“Dengan saya memakai jilbab, harapannya saya bisa menjadi inspirasi dari muslimah-muslimah sholehah, bahwa berjilbab tidak membatasi untuk tetap berkreasi, beraksi, dan beraktivitas. Justru dengan berjilbab nantinya bisa menjadi energi positif bagi sekeliling kita dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Jadilah Baik, Maka baik pula perlakuan orang terhadap kita,” kata Esi.

Gadis kelahiran Tegal, 18 Juli 1994 tersebut mengaku, lebih senang mengenakan jilbab yang menutup dada. “Rasanya lebih nyaman dan aman,” ujar wanita ceria dan penyayang itu.

Esi Saputri memakai jilbab sejak duduk di bangku MTs Negeri Model Babakan, Slawi Tegal. Alumni Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ini mengaku, selain aktif di English Student Association (ESA) UMP juga aktif di English Voice Organisation (EVO).

Saat duduk di MTs, Esi Saputri pernah juara harapan satu lomba kaligrafi. Saat itu, dia juga pernah ikut lomba pidato Bahasa Inggris dan selalu masuk 10 besar SMA favorit.

“Awalnya ada satu kata yang bikin aku bingung dan penasaran sama Bahasa Inggris. Nah dari penasaran itu aku mulai tertarik, akhirnya aku minta les ke guru Bahasa Inggrisku. Dengan aku bisa Bahasa Inggris sejak MTs, aku bisa masuk ke sekolah favorit”, ujarnya.

Setelah lulus SMA, ia mudah menentukan jurusan dan mudah mengikuti perkuliahan. Dan akhirnya mudah dapat kerjaan sampingan, mulai dari les sampai penerjemah, tambahnya.

Meskipun belum menikah, ia memiliki prinsip untuk membangun keluarga dan mencetak generasi yang cerdas dan mencerahkan.

“Sesibuk-sibuknya bekerja harus punya waktu dengan keluarga (istri, anak, maupun orang tua) jalan keluar bersama berdua atau bisa dengan teman-teman,” katanya.

Belum lama ini, gadis asal Desa Lebakgowah RT04/RW07, Lebaksiu, Tegal, ini selain aktif bekerja di Pengembangan dan Kerjasama UMP juga Menjadi Guru Les Privat.

Selain itu, ia masih menyempatkan diri untuk menyalurkan hobinya jalan – jalan.

“Sekarang akatifitas saya, kerja di kantor sama ngelesin mas. Ya, jadi harus pintar-pintar bagi waktunya,” katanya menutup pembicaraan. (BnC/tgr)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.