Charoen Pokphand Hibahkan Kandang Closed House ke Unsoed

Ditulis 17 Des 2017 - 07:20 oleh Banyumas1

Bantu Riset Mahasiswa, Charoen Hibahkan Kandang Closed House

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, mendapat hibah kandang closed house dari PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI), Kamis (14/12/2017) lalu. Penyerahan kandang closed house ini bertempat di Ruang Seminar Fakultas Peternakan Unsoed.

Sebelum penyerahan kandang closed house, diawali penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait dengan hibah kandang Closed House, beberapa bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 15 Mei 2017 bertempat di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat.

Pada penandatanganan MoU tersebut, Fakultas Peternakan Unsoed bersama tiga perguruan tinggi lain mendapatkan hibah serupa yakni Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, dan Universitas Hasanuddin.

Peresmian “Closed House Universitas Jenderal Soedirman” ditandatangani oleh Presiden Direktur PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk, DR.(HC) Thomas Effendy, SE, MBA dan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si., dihadiri oleh Ketua Dewan Riset Nasional, Dr. Ir. Bambang Setiadi, M.S., para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Civitas Akademik Universitas Jenderal Soedirman dan Manajemen PT. Charoen Pokphand Indonesia.

Pengguntingan Ronce Melati Peresmian Kandang Closed House

Presiden Direktur PT. CPI Thomas Effendy mengatakan, fasilitas yang diberikan bertujuan untuk mendukung secara aktif kegiatan budi daya unggas di lingkungan universitas.

“Harapan kami, fasilitas ini bisa menghadirkan inovasi baru, mahasiswa perguruan tinggi dapat memiliki sarana dan prasarana belajar untuk melakukan riset inovasi pengetahuan di bidang pemeliharaan unggas sesuai dengan perkembangan teknologi ilmu pengetahuan budi daya ayam broiller yang mutakhir. Seperti feedback berupa masukan baru dari segi pengetahuan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan menggunakan cara closed house memiliki beberapa keuntungan diantaranya jumlah kepadatan ayam lebih efisien, kondisi pertumbuhan bobot merata, efisiensi tenaga kerja karena semua peralatan dijalankan oleh motor, angka kematian rendah, dan suhu ruang dapat dikontrol.

Rektor Unsoed Achmad Iqbal mengatakan, keberadaan kandang closed house hibah dari PT. Charoen Pokphand tentunya sangat bermanfaat bagi Unsoed, khususnya bagi Fakultas Peternakan Unsoed dalam hal transformasi pengetahuan hingga mengembangkan potensi nilai tambah dari keberadaan kandang tersebut.

“Kandang ini dapat menjadi semacam laboratorium bagi sivitas akademika, sehingga dapat dikembangkan bagaimana meningkatkan jumlah dan kualitas produksi unggas, dan pakan yang seperti apa yang dapat meningkatkan produktivitas. Tidak hanya itu, dari aspek keekonomian, civitas akademika di sini dapat memanfaatkan untuk  melihat bagaimana tata kelola hingga melihat peluang bisnis ke depannya”, ungkap Rektor.

Ketua Dewan Riset Nasional Bambang Setiadi yang hadir pada acara tersebut menyampaikan harapannya ke depan setelah satu tahun mengikuti kompetisi program PUI (Program Unggulan Iptek) Kemenristekdikti, yang mencanangkan Unsoed akan menjadi Pusat Unggulan Iptek untuk peternakan ayam.

Ia meminta Unsoed untuk memanfaatkan teknologi kandang ayam broiler tertutup atau closed house tersebut sehingga nantinya menghasilkan ahli-ahli peternakan yang siap bersaing dengan negara-negara lain seperti Malaysia dan Thailand.

“Tentu saja bahwa apa yang diserahkan hari ini adalah bagian dari Unsoed menyiapkan mahasiswanya untuk bertarung secara global”, pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan melihat secara langsung closed house yang berlokasi di Exfarm Fakultas Peternakan Unsoed. (BNC/Alief Einstein)

Tentang Penulis

Leave A Response