Hari Juang Kartika Diperingati di Desa Ketenger

Ditulis 13 Des 2017 - 15:05 oleh Banyumas1

 

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si. hadir pada Peringatan Hari Juang Kartika tingkat Jawa Tengah, yang diadakan di desa Ketenger, Banyumas, Rabu 13 Desember 2017. Di desa lereng gunung Slamet itu TNI melaksanakan penghijauan. 

Peringatan Hari Juang Kartika dilaksanakan secara sederhana dan khidmat dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan yang menggambarkan kemanunggalan prajurit TNI dengan rakyat.

Kodam IV/Diponegoro beserta jajarannya, mulai sejak bulan November lalu telah melaksanakan berbagai kegiatan yang menyentuh masyarakat dan lingkungan, yakni bedah rumah, operasi katarak, donor darah, khitanan, pengobatan massal, Kejurprov Yongmoodo, lari 10 K, Jambore Otomotif, Bazar Murah dan Penghijauan, sebagai wujud kepedulian TNI kepada masyarakat dan sekaligus untuk mengokohkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Selanjutnya tanggal 14 Desember 2017 akan dilaksanakan ziarah rombongan di TMP, ceramah kebangsaan di SMA 1 Purwokerto dan doa bersama secara serentak bersama seluruh elemen masyarakat di seluruh wilayah Kodam IV/Diponegoro.

Dan pada puncaknya nanti, tanggal 15 Desember 2017 peringatan Hari Juang Kartika akan dilaksanakan secara terpusat di Purwokerto dan diisi dengan tarian kolosal Bhineka Tunggal Ika, pengobatan massal, pemberian penghargaan kepada para veteran, syukuran dan hiburan rakyat.

“Berkenaan dengan penghijauan ini, perlu saya sampaikan bahwa hutan merupakan salah satu ekosistem sumber daya alam hayati, yang dapat diperbaharui, mempunyai peran penting dalam perekonomian nasional dan berfungsi pula sebagai sistem sumber daya yang bersifat multi fungsi, multi guna dan membuat multi kepentingan serta pemanfaatannya diarahkan untuk mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”, kata Pangdam. 

Hutan yang rusak, lanjutnya, tidak hanya merugikan dan mengancam ekosistem kehidupan penghuninya, tapi juga masyarakat di sekitar hutan. Karena keberadaan hutan memiliki posisi sangat penting dalam kehidupan, maka pengelolaannya harus didasarkan pada karakteristik dan sistem mekanisme internal hutan sebagai sebuah ekosistem.

Pengelolaan hutan secara benar dapat memberikan nilai lebih bagi masyarakat di sekitar hutan, utamanya dalam peningkatan perekonomian. Karenanya itu Pemerintah hendaknya melibatkan masyarakat secara aktif, agar rehabilitasi hutan dapat berjalan secara maksimal.

Selain itu, suhu di dunia semakin lama semakin panas, atau dikenal dengan “Global Warming” atau “Pemanasan Global”yang disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah penebangan hutan yang tidak diikuti dengan penanaman hutan kembali, sehingga menyebabkan perubahan iklim secara drastis. Untuk menyikapi isu Global Warming tersebut, Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia berusaha untuk turut serta peduli mengatasi Pemanasan Global ini dengan melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan atau lahan yang gundul.

Kondisi lingkungan hutan yang ada di wilayah Jawa Tengah khususnya di daerah Baturaden ini masih banyak terjadi deforestasi, sekalipun jumlahnya mulai menurun. Disamping itu masih ada praktek-praktek pendayagunaan lahan yang tidak sesuai dengan aturan secara benar serta terjadinya pencemaran lingkungan. Pemerintah berupaya mengurangi dampak kerusakan tersebut antar lain dengan melakukan penanaman/penghijauan di lahan kosong/gundul.

Dusun Ketenger, Desa Ketenger Grumbul Kalipagu yang berada 700 MDPL dan dihuni oleh 170 KK ini merupakan pemukiman yang berada ditengah-tengah kawasan Perhutani. Kelestarian alam dikawasan ini harus dipertahankan karena menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Banyumas.

Selain itu sumber air bagi masyarakat Banyumas sangat bergantung pada kelestarian hutan dikawasan ini. Posisinya juga sangat strategis untuk dimanfaatkan oleh warga setempat mengembangkan potensi wisata alam dengan tetap menjaga kelestarian dan keaslian kawasan ini.

“Penghijauan ini merupakan wujud kepedulian Kodam IV/Diponegoro bersama-sama pemerintah ikut berperan dalam mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur bagi rakyat tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan. Hal ini sesuai dengan program pembangunan berkelanjutan dengan konsep pembangunan berwawasan lingkungan.

Melalui kegiatan ini diharapkan daerah Ketenger ini akan menjadi kawasan yang hijau dan subur yang berperan penting dalam pengaturan tata air, pencegahan bahaya banjir, sekaligus merupakan salah satu modal dasar pembangunan lingkungan hidup di wilayah ini, pungkasnya. (BNC/nan)

Tentang Penulis

Leave A Response