Dilematis, Hasil Musrenbang VS Visi Misi Bupati Terpilih

Ditulis 31 Mar 2010 - 20:29 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Bupati Triyono Budi Sasongko menyatakan seharusnya Bupati Terpilih ikut andil dalam penyusunan rencana pembangunan agar perjalanan pembangunan seiring sejalan dengan Visi-Misi Bupati. Namun kenyataannya, Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang rutin sebagai wadah aspirasi masyarakat secara bertingkat, dilaksanakan sebelum Bupati Terpilih menjabat.

“Jika hasil musrenbang ternyata jauh berbeda dengan visi-misi bupati terpilih, nah ini yang menjadi masalah. Tapi mudah-mudahan tidak banyak berbeda, kalaupun berbeda tetap bisa disinkronkan, karena musrenbang itu berasal dari aspirasi rakyat mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten,” ujar Bupati dalam sambutannya pada Pembukaan Musrenbangkab 2010 di Pendopo Dipokusumo, Rabu (31/3).

Terpisah, Kepala Bidang Fisik Bappeda Siswanto, S.Pt, M.Si menjelaskan ada 24 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. Sebanyak 24 ur usan wajib ini, siapapun bupati terpilih wajib untuk merealisasikannya. Hanya saja prioritas untuk penganggaran tetap disepadankan dengan visi misi bupati terpilih. Pada 8 urusan pilihanlah kesempatan bagi bupati terpilih untuk merealisasikan program-program yang dijanjikan kepada konstituennya selama kampanye.

“Tapi semua itu juga harus disesuaikan dengan anggaran yang ada. Harus dipahami, APBD kita yang 700 miliar itu, ada PAD, Dana Perimbangan dari pusat yang terdiri dari Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Bagi Hasil Pajak, dan yang terakhir dana lain-lain yang sah menurut hukum,” jelas Siswanto.

Kata dia, dana-dana dari pusat harus digunakan sesuai petunjuk pusat juga. Kesempatan untuk merealisasikan program-program bupati terpilih cukup leluasa dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana lain-lain. Sayangnya, PAD Kabupaten Purbalingga hanya sekitar 10% dari APBD secara keseluruhan. Sedangkan dana lain-lain yang bisa diambilkan dari retribusi, pajak restoran, pariwisata, pelayanan kesehatan dan lain sebagainya itu nilainya tidak besar.

Bupati Triyono sendiri tidak pernah mengandalkan dana lain-lain terutama dengan meningkatkan retribusi. ”Daripada membebani dunia usaha dengan pajak ini itu dan retribusi ini itu yang berakibat, rendahnya nilai investasi, lebih baik tidak terlalu banyak retribusi tapi iklim perekonomian di Purbalingga maju. Kesejahteran masyarakat lebih utama,” ujar Bupati masih dalam sambutannya (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response