Generasi Milenial Sebaiknya Mendapat Edukasi Bermedia Sosial

Ditulis 01 Des 2017 - 03:24 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, JAKARTA – Acara Tausiyah Kebangsaan bersama Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang digelar di Monas beberapa waktu lalu, meninggalkan kesan bagi tokoh pemuda Jakarta Selatan, Ari Surya Subrata, yang hadir diacara tersebut.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan keagamaan ini mampu mempererat ukhuwah antar umat dan persatuan bangsa. Tausiah Kebangsaan merupakan bagian acara yang digelar Pemprov DKI Jakarta untuk memperingati Hari Pahlawan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Apa yang disampaikan beliau amat kontekstual dan meneduhkan. Beliau juga menuturkan bahaya kabar hoax yang dapat merongrong bangsa dan membuat perpecahan. Indonesia harus melihat Suriah yang hancur dengan cara-cara pembusukan. Jangan sampai kita mengalami hal tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Ata ini.

Menurutnya Ata, generasi milenial adalah yang paling rentan terhadap bahaya hoax. Dengan bonus demografi di 2030 nanti, sejak saat ini generasi milenial sebaiknya mendapatkan edukasi dalam bermedia sosial untuk dapat memilih mana berita benar dan kabar hoax.

“Karena hoax dapat membahayakan dan merugikan masyarakat dan negara”, ujarnya.

Dalam ceramahnya, Habib Luthfi bin Yahya mengajak umat Islam untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Ia meminta agar generasi saat ini sebagai pengisi kemerdekaan tidak akan mengecewakan para leluhur yang ikut mengibarkan merah putih.

Dia menambahkan bahwa Merah Putih berkibar di Indonesia bukanlah sebuah hadiah, melainkan berdarah penuh perjuangan oleh para ulama, para tokoh bangsa Indonesia.

“Selain mempererat persatuan, taushiyah ini bertujuan mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Ada dua pesan yang didapat dalam kegiatan ini, pertama merefleksikan artifisial hari pahlawan dan hakikat persatuan. Serta Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, artinya sebagai membawa rahmat dan kesejahteraan serta penyejuk antara umat beragama,” tutup Ata yang merupakan aktivis sosial ini. (BNC/*)

Tentang Penulis

Leave A Response