Bulan Bahasa UMP: Bahasa Indonesia Adalah Jati Diri Bangsa

Ditulis 01 Des 2017 - 03:09 oleh Banyumas1

Rektor UMP menegaskan Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa

BanyumasNews.com, PURWOKERTO  – Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa. Menggunakan bahasa Indonesia berarti memiliki jiwa nasionalisme yang tingggi kepada NKRI melalui Bahasa Indonesia.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr. Syamsuhadi Irsyad, M. H., dalam pembukaan Bulan Bahasa 2017 prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Auditorium UMP, Kamis (30/11/2017).

“Penggunaan Bahasa Indonesia harus digerakkan secara nasional karena dengan bahasa Indonesia telah memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal ini selaras dengan salah satu butir isi sumpah pemuda 1928,” kata Rektor.

Rektor UMP, Bahasa Indonesia Adalah Jati Diri Bangsa

Menurutnya, kegiatan bulan bahasa merupakan kegiatan yang sangat positif. Kegiatan dimulai dengan Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia dilanjutkan dengan kegiatan Olimpiade Bulan Bahasa (Lomba Baca Puisi, Pidato dan Artikel) SMA Se Jateng dan DIY.

“Saya sangat mendukung sekali terhadap acara Bulan Bahasa ini, ke depan acara ini bukan tingkat regional saja melainkan bisa sampai tingkat internasional,” katanya.

Dijelaskan, Bulan Bahasa merupakan sebuah simbol kecintaan kita terhadap bahasa Indonesia sebagai sebuah jati diri bangsa. “Berdasarkan Riset Most Littered Nation In the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Tahun 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca,” ungkapnya.

Indonesia berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. Dari data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia juga di nyatakan sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

“Saya berharap para mahasiswa memiliki kecintaan terhadap Bahasa Indonesia dan kita semua meyakini bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional kita, bahasa pemersatu dari sabang hingga Merauke. Tanpa bahasa Indonesia negara kita akan terpecah belah. Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.(BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response