Waduh! 33 Bayi dan Balita Purbalingga Terinfeksi HIV

Ditulis 30 Nov 2017 - 19:59 oleh Banyumas1

Miris, ditemukan 33 bayi dan balita terinfeksi HIV

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Peningkatan kasus HIV/AIDS (Human immunodeficiency virus/infection and acquired immune deficiency syndrome) di Purbalingga selama 2017 menjadi keprihatinan Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, BEcon.

Selain karena peningkatannya hampir mecapai tiga kali lipat dibanding kasus HIV/AIDS pada 2016, adanya pergeseran faktor resiko juga membuatnya miris. Terakhir 33 bayi dan balita ditemukan terinfeksi HIV.

Menurut data Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Purbalingga, pada kurun 2010 – 2016 di kabupaten Purbalingga terdapat 168 kasus HIV/AIDS dimana 14 penderita diantaranya meninggal dunia. Sedangkan pada Januari – Oktober 2017 ini terdapat 60 kasus dengan 12 diantaranya meninggal dunia.

“Pada 2017 ini peningkatanya signifikan dibanding 2016. Peningkatanya hampir tiga kali lipat. Kalau pada 2016 periode Januari – Desember hanya ada 23-25 kasus, pada 2017 ini sudah terdapat 60 kasus,” ujar Wabup Tiwi saat memberikan sambutan pada acara Peringatan hari AIDS Sedunia (HAS) di Pendapa Dipokusumo, Kamis (30/11/2017).

Menurut Wabup, faktor resiko HIV/AIDS pada 2017 juga mengalami pergeseran. Kalau pada kasus-kasus sebelumnya faktor resikonya lebih pada kaum heteroseksual, namun pada 2017 ini ada pergeseran dimana banyak ditemukan kasus HIV/AIDS pada kaum lajang, yakni pada anak usia produktif yang berumur antara 18 – 26 tahun.

“Kemarin kami bahkan menemukan banyak balita dan bayi yang terinfeksi HIV dari ibunya. Saat pemantauan pekan layanan HIV/AIDS kemarin saya menemukan 22 balita dan 10 bayi terinveksi HIV. Sungguh saya sangat miris,” jelasnya.

Kondisi tersebut, diharapkan Wabup menjadi keprihatinan bersama semua stakeholder karena kasus HIV/AIDS sejatinya seperti fenomena gunung es. Dimana kondisi yang terpantau hanya di permukaannya saja, dan dimungkinkan kondisi yang sesungguhnya jauh lebih banyak dari pada yang terpantau.

“Saya yakin masih banyak penderita HIV/AIDS di luar data yang belum terdeteksi. Ini harus kita cari. Karenanya tahun ini kita lakukan pekan pelayanan HIV, untuk mencari penderita lain agar perkembangan virus HIV bisa ditekan sekaligus untuk melakukan deteksi dini,” katanya.

Wabup juga meminta kepada para kader kesehatan, kepala Puskesmas dan KUA agar deteksi dini HIV/AIDS juga digalakkan kepada para catin (Calon Pengantin). Setiap Catin yang akan menikah, hendaknya melakukan pre-skrining atau premarital test berupa tes HIV.

Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya mengurangi penyebaran HIV. “Di samping itu, setiap ibu hamil di premester awal (3-4 bulan kehamilan-red) juga dihimbau untuk melakukan tes HIV. Sekarang sudah bisa dilakukan di semua layanan kesehatan,” tambahnya. (BNC/PI-4)

Tentang Penulis

Leave A Response