Ujian nasional susulan jangan disalahgunakan

Ditulis 30 Mar 2010 - 23:36 oleh Banyumas1

JAKARTA – Ujian nasional (UN) susulan bagi siswa didiki peserta UN yang tidak bisa mengikuti UN utama diharapkan tidak disalahgunakan oleh siapapun demi kepentingan pihak tertentu, oleh karena itu pengawas, kepala sekolah dan para guru harus bisa bertindak tegas dan adil.

Menurut anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Moehammad Aman Wirakartakusumah ketika memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media di Gedung Kemendiknas RI di Jakarta, Selasa (30/3), peserta UN susulan tetap harus memenuhi criteria yang telah ditetapkan.

Pengawas, sekolah dan guru harus mengetahui mengapa peserta UN sebelumnya tidak mengikuti UN utama. Ia juga mengatakan bahwa penyelenggaraan UN jangan sampai merugikan peserta didik, oleh karena itu BSNP dan pemerintah telah memutuskan untuk memberikan kesempatan dua kali kepada peserta didik untuk mengikuti UN.

Para kepala sekolah dan guru memiliki peran penting atas suksesnya siswa didik menempuh UN. Mereka harus percaya diri bahwa bekal yang telah diberikan selama tiga tahun sudah cukup bagi siswa didik menempuh UN. Kepala sekolah dan para guru juga jangan lupa terus memotivasi agar siswa didik bersemangat dan percaya diri, katanya.

UN utama untuk tingkat SMA/MA/SMK/SMALB telah selesai diselenggarakan pada 22-26 Maret 2010. Peserta UN yang tidak dapat mengikuti UN utama karena sakit atau berhalangan dapat mengikuti UN susulan. Untuk tingkat SMA/MA, akan dilaksanakan 29 Maret-5 April 2010, tingkat SMK 29 Maret-1 April 2010, dan SMALB 29-31 Maret
2010. Adapun UN susulan SMP/MTs/SMPLB pada 5-8 April 2010.

Moehammad Aman menilai bahwa pelaksanaan UN 2010 lebih baik dibandingkan pelaksanaan UN sebelumnya. Indikatornya, kata dia, dapat dilihat dari cara mengoordinasikan pendistribusian dan pencetakan naskah UN. (BNC/kominfo/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response