Taman Wisata Purbasari Raih Penghargaan Pariwisata Terbaik Tingkat Jateng

Ditulis 20 Nov 2017 - 03:54 oleh Banyumas1

TWP Purbasari Raih Penghargaan Pariwisata Terbaik Tingkat Jateng

BanyumasNews.com – Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuranmas, Padamara, Purbalingga, berhasil meraih penghargaan juara pertama kategori daya tarik wisata  yang dikelola swasta se-Jateng.

Penghargaan “Abirawa Pariwisata Jawa-Tengah” tahun 2017 dari Pemerintah Provinsi Jateng  itu diserahkan  oleh Gubernur Jateng yang diwakili Sekretaris Daerah Dr Ir Sri Puryono, KS, MP, di Crystal Ballroom Hotel Aston Semarang, Jumat (17/11/2017) malam.

Penghargaan itu diterima langsung oleh H Sarimun, pemilik TWP Purbasari Pancuranmas.
Kepala Bagian Humas TWP Purbasari Pancuranmas, Dewi Martiningsih, ST , Minggu (19/11/2017) mengatakan, penghargaan  ini  sebagai bentuk apresiasi Pemprov Jateng dalam upaya menggerakkan industri pariwisata untuk mendongkrak perekonomian rakyat.

“Pemprov Jateng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setahun sekali menggelar seleksi terhadap  destinasi wisata terbaik di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Tahun ini ada sembilan nominator,” ujar Dewi Martiningsih.

Kesembilan nominator itu, terdiri TWP Purbasari Pancuranmas (Purbalingga), Baturaden (Banyumas), Museum Sangiran (Sragen), Taman Kyai Langgeng (Kota Magelang), Ketep Pass (Kabupaten Magelang),  Museum Batik (Kota Pekalongan), Sentosa Stable (Kendal), Umbul Sido Mukti (Kabupaten Semarang), dan Owabong (Purbalingga).

Dari sembilan nominator itu,  untuk kategori daya tarik wisata yang dikelola swasta, juara 1 TWP Purbasari Pancuranmas, disusul juara 2 Umbul Sidomukti (Kabupaten Semarang), dan juara 3  Sentosa Stabel (Kendal). Sementara untuk kategori daya tarik wisata yang dikelola pemerintah, Owabong Purbalingga meraih juara kedua, sedangkan juara satu diraih Baturraden, Banyumas.

Dewi Martiningsih mengatakan, ada banyak aspek yang dinilai untuk mendapatkan anugerah Abirawa Pariwisata Jateng ini. Yakni aspek manajemen, sarana prasarana, pemberdayaan masyarakat, penerapan Sapta Pesona, peningkatan jumlah pengunjung dan pembinaan dari Pemkab setempat. Sedang tim yuri terdiri dari akademisi, pengamat, praktisi dan unsur dari Dinbudpar Jateng.

“Penilaian selain melalui penelitian dokumen yang dikirimkan ke Dinporapar Jateng, juga melakukan kunjungan ke obyek wisata yang dinilai  tanpa pemberitahuan lebih dulu,” ujar Dewi.

Manajer TWP Purbasari Pancuranmas, Junjung SE yang ditemui secara terpisah mengatakan, pihaknya terus berbenah menambah wahana untuk menambah daya tarik wisatawan. Terbaru, obyek wisata ini tengah mempersiapkan daya tarik wisata malam atau Night New Purbasari (NNP), yang akan mulai dioperasikan pada awal tahun 2018. (BNC/PI)

 

Tentang Penulis

Leave A Response