KAI Siapkan Diri Sambut Angkutan Natal dan Tahun Baru

Ditulis 18 Nov 2017 - 07:29 oleh Banyumas1

Jajaran PT KAI DAOP 5 melakukan inspeksi lintas, siapkan diri jelang Natal dan Tahun Baru

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Selama beberapa hari ini Manajemen PT KAI Daop 5 Purwokerto memeriksa seluruh lintas yang ada di wilayahnya. Pemeriksaan ini diselenggarakan guna memastikan kondisi lintas siap operasi menyambut masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 (NATARU)yang tak lama lagi.

Sesuai dengan instruksi Direksi PT KAI, masa angkutan Natal 2017 dan Tahun baru 2018 (NATARU) akan dilaksanakan selama 17 hari terhitung mulai tanggal 22 Desember 2017 hingga 07 Januari 2018.

PT KAI secara penuh mempersiapkan berbagai aspek keamanan dan keselamatan bagi para pengguna jasanya. Pemeriksaan yang dilaksanakan di seluruh wilayah PT KAI Daop 5 ini mencakup pemeriksaan jalur, titik-titik rawan yang dimiliki, jembatan, terowongan, wesel, dan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam menghadapi masa posko.

Dengan menggunakan lori/ dressin motoris, rombongan mulai inspeksi ke arah utara pada Selasa (7/11/2017) lalu. Lintas Tegal sampai dengan Purwokerto dipilih pertama untuk dilaksanakan pemeriksaan.

Pemeriksaan yang kedua dilaksanakan pada Selasa (14/11/2017) dimulai dari stasiun Kutoarjo hingga stasiun Purwokerto, sedangkan pemeriksaan yang ketiga dilaksanakan Kamis (16/11/2017) diawali dari stasiun Banjar hingga stasiun Kroya.

Inspeksi ini dipimpin oleh Vice President (VP) Daop 5 Purwokerto, Dwi Erni Ratnawati bersama seluruh manajer dan para quality control (QC) untuk penyusunan rencana operasi nataru.

“Hasil pemeriksaan tersebut akan segera digunakan sebagai bahan penyusunan strategis pola rencana operasi (Renop) menghadapi angkutan natal dan tahun baru 2018″, kata Irfan Hendriwintoko, Manager Humas DAOP 5.

Sementara itu menurut VP Daop 5, pemeriksaan sudah dilaksanakan tiap hari oleh unit-unit bersangkutan di setiap wilayah kerjanya. Namun dia tidak mau bertaruh hanya melihat data yang disampaikan kepadanya tiap harinya.

“Kami wajib mengetahui dan memastikan bahwa pemeliharaan dan pengendalian resiko keselamatan sudah dilaksanakan dengan baik dan handal. Saya tidak mau bertaruh untuk keselamatan karena keselamatan adalah hal mutlak,” terangnya.

Adapun beberapa instruksi yang diberikan di tiap kedatangan di tiap stasiun meliputi kebersihan toilet, peningkatan pelayanan kepada publik, pelaporan potensi resiko, pemasangan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) agar ditempat yang mudah dilihat dan diambil.

Sedangkan beberapa temuan yang harus segera ditindak lanjuti diantaranya kondisi cat stasiun yg sudah kelihatan kusam, bancik stasiun agar segera ditambah, ketersediaan P3K.

“Terkait potensi yang mengancam keselamatan KA harus dilaksanakan seketika, tidak ada toleransi sebelum masa angkutan NATARU semua kondisi Sarana dan Prasarana harus handal, ” tegas VP. (BNC/nan)

Tentang Penulis

Leave A Response