Rumah tersangka teroris lengang

Ditulis 24 Jul 2009 - 15:13 oleh Sista BNC

Paska penangkapan Ahmady alias Ahmad Jenggot oleh Polda Jateng, suasana rumah Ahmady di Dusun Sigaru, Desa Cikaco, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap Jumat (24/07) tersebut sepi. Bahkan tak ada kerabat Ahmad yang terlihat. Warga tidak menduga jika Ahmad yang selama ini dikenal sebagai pedagang sapu itu ternyata terlibat jaringan teroris Nurdin M Top.
Saat ini di kalangan warga beredar dugaan bahwa Ahmady bukan sekadar pedagang sapu dan keset yang sering pergi ke Lampung, akan tetapi, ia sekaligus dicurigai sebagai penghubung kelompok teroris Cilacap dan Sumatera.
Sementara soal dugaan itu memang belum ada konfirmasi, tetapi seringnya Ahmadi bepergian ke Lampung dengan alasan menjual sapu dan keset itu menguatkan dugaan itu. Sebelumnya Kpolda Jateng Irjen Alex Bambang Riatmojo menyebutkan Ahmad yang ditangkap di Cilacap itu diduga sebagai anggota jaringan Noordin M Top.
“Kata kerabatnya sih, Ahmad sering bepergian ke Lampung untuk menjual sapu dan keset. Tetapi warga tak pernah melihat dia membuat barang kerajinan dari kelapa itu,” ujar Ridwan warga setempat.
Ahmad sebenarnya warga asli Desa Cikaco. Ia lahir dan besar di desa itu, tetapi kemudian ikut orangtuanya bertransmigrasi ke Lampung.
Selain berdagang sapu, sehari-hari Ahmady dikenal sebagai peternak dan memelihara ayam di kandang samping rumah mertuanya. Akan tetapi, dia lebih sering bepergian dibandingkan di rumah. “Ya kadang kadang dia suka main ke rumah Mas Zuhri (Syaefudin Zuhri) , tapi kami tidak tahu persis ada hubungan apa,” ujar Siti, tetangga Ahmadi. (banyumasnews.com/n-1)

Tentang Penulis

Leave A Response