Ujian nasional dan nasib guru wiyata bhakti

Ditulis 28 Mar 2010 - 19:12 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
283
Dalam Tag

Dunia pendidikan nasional sedang disibukkan dengan pelaksanaan ujian nasional (UN). Setelah pekan lalu siswa SMA (dan SMK/MA), mulai 29 Maret 2010 giliran UN untuk tingkat SMP / MTs. Setiap tahun UN selalu ditanggapi dengan pro-kontra, bahkan sampai harus ada uji materi di tingkat Mahkamah Agung.

Isu penting lain di dunia pendidikan kita adalah nasib kesejahteraan para guru, khususnya guru wiyata bhakti (WB) atau guru Bantu, yang selama ini ikut berperan ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ melalui pengabdian mereka. Peran mereka hampir sama dengan peran guru pegawai negeri sipil (PNS) dalam memajukan pendidikan nasional, namun soal kesejahteraan?

Apakah senyum guru secerah senyum dalam gambar ilustrasi di bawah ini?

Seorang guru wiyata bhakti di sebuah sekolah dasar di Cilacap, sebutlah bernama Nuri saat dihubungi melalui telepon kemarin mengatakan setiap bulan dia hanya mendapat insentif sebesar Rp. 200.000 dari sekolah tempatnya mengajar. Sementara pengeluaran dia setiap bulan tentu lebih dari itu. Harapannya ada perbaikan ‘upah’ baginya.

“Saya berharap pemerintah mau menaikkan honor sesuai dengan upah minimum regional,” harap dia.

Banyak cerita soal gaji guru-guru wiyata bhakti ini, termasuk di tlatah Banyumas ini. Ada seorang guru yang telah mengabdi selama 10 tahun dan kini tengah berjuang meraih sarjana agar gajinya sedikit bertambah. Saat ditanya berapa gaji ibu saat ini? Dia menjawab Rp.100 ribu per bulan. Ya 100 ribu!

Ada cerita lagi seorang guru yang baru mengabdi tiga tahun,  digaji Rp. 50 ribu sebulan, jumlah yang tentu saja jauh dari mencukupi kebutuhan hidup. Ia pun bekerja sambilan menjadi tukang sayur di pagi hari sebelum mengajar. Malam harinya ia masih bekerja lagi menjaga toko. Dan, sungguh luar biasa, di luar aktifitas tersebut dia masih menyempatkan kuliah untuk mencari gelar sarjana.

Coba Anda datang juga ke pangkalan-pangkalan ojek motor… di situ ada satu dua guru yang juga ‘nyambi’ jadi tukang ojek. Inilah fakta dunia pendidikan kita.

Pemerintah ?

Menanggapi berbagai keluhan para guru wiyata bhakti, di Cilacap Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cilacap Sudarno ST,SH mengatakan permasalahan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah agar ditindaklanjuti. Dia menegaskan keberadaan guru bantu atau wiyata bhakti selama ini dirasakan sangat membantu perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Cilacap.

“Sudah selayaknya pemerintah berterimakasih dan memperhatikan keberadaan mereka. Tanpa adanya guru wiyata bhakti saya tidak bisa membayangkan dunia pendidikan di sini akan seperti apa,” ujarnya.

Sudarno menambahkan saat ini Kabupaten Cilacap sangat kekurangan tenaga pengajar, kondisi tersebut menurutnya baru akan terasa pada tahun 2013 mendatang karena banyak guru memasuki masa pensiun.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Tulus Wibowo SH mengatakan ada dua jenis guru wiyata bhakti yaitu yang diangkat pemerintah dan diangkat komite sekolah. Guru wiyata bhakti pemerintah, honornya telah disesuaikan upah minimum regional sementara yang diangkat komite sekolah honor ditetapkan sekolah tempat guru tersebut mengajar.

Pemerintah Kabupaten Cilacap menurutnya telah membantu kesejahteraan guru wiyata bhakti komite dengan jalan memberikan tambahan Rp. 100 ribu,  sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberi Rp. 250 ribu.

Menurutnya lagi saat ini pemerintah sudah tidak boleh mengangkat guru wiyata bhakti, karena itu untuk permintaan kenaikan honor disarankan mengajukan ke sekolah masing-masing. (BNC/ist)

Ilustrasi: secerah apakah senyum guru?

Ilustrasi: secerah apakah senyum guru?

Demo guru wiyata bhakti menuntut jadi PNS

Demo guru wiyata bhakti menuntut jadi PNS

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. nana 14/06/2012 pukul 00:53 -

    Wiyata Bakti memang dibutuhkan sekali untuk saat ini. Mereka sangat membantu kelancaran KBM di sekolah. Mereka mengisi kekosongan guru kelas dan guru mapel. Mereka perlu sekali diperhatikan………
    untuk Kabupaten Purbalingga,
    apakah tidak ada penghargaan sama sekali dari pihak pemerintah Purbalingga? apalagi pengabdian yang terhitung mulai tahun 2006 sampai sekarang. mereka hanya mendapatkan honor dari sekolah yang tak seberapa itupun menyesuaikan kondisi sekolah tersebut. Pak Bu tolong perjuangkan nasib mereka….!!!

  2. mukhsin 17/01/2011 pukul 20:07 -

    kasihan nasib gwb di sd khususnya di desa. gwb selain mengajar juga mengurusi operator komputer/ adm. saya termasuk didalamnya sudah 2 tahun tidak ada kejelasan nasib. saya tinggal di daerah di kebumen. adakah dewa penolong gwb ???

  3. ari 07/08/2010 pukul 11:46 -

    ya saya termasuk guru wb dengan penghasilan 150 rb mohon ada perhatian lebih kepada kami karena pekerjaan sama dengan pns tapi kesejhateraan jauh berbeda,,,,,,kepada pemerintah mohon lebih diperhatikan karena ini berhubungan dengan kehidupan dan kecerdasn bangsa supaya lebih baik……

Leave A Response