TBS:Pilkada Jangan Diwarnai Anarkis

Ditulis 27 Mar 2010 - 21:40 oleh Banyumas1

PURBALINGGA– Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si meminta kepada para calon bupati dan wakil bupati serta pendukungnya untuk bisa menahan diri. Pasangan yang kalah harus dengan legawa bisa menerimanya kekalahannya, begitu juga pasangan yang menang jangan takabur. “Pasangan yang kalah jangan mengerahkan massa yang dapat berbuat anarkhisme,” kata Bupati Triyono BS ketika menyampaikan sambutan pada acara pengundian nomor urut pasangan calon bupati/wakil bupati di gedung Bina Sejahtera, Jum’at (26/3) sore.

Menurut Bupati, pilkada harus dilakukan secara demokratis dan bermartabat. Pasangan yang kalah, jika memang tidak puas gunakan jalur hukum dan sesuai aturan yang benar. “Tindakan anarkhis justru akan bisa mengotori pelaksanaan demokrasi itu sendiri,” kata Bupati Triyono.

Dibagian lain Bupati juga meminta segenap warga masyarakat Purbalingga untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan cermat pada hari pencoblosan Minggu 18 April 2010 mendatang. “Gunakan hak pilih warga masyarakat, karena satu suara sangat bermakna dan menentukan kelanjutan pembangunan di Kabupaten Purbalingga,” kata Bupati.

Sementara itu, berdasar hasil pengundian nomor urut, pasangan Bambang Budi Surjono – Muhamad Wijaya mendapat urut 1, kemudian pasangan Heru Sudjatmoko – Sukento Ridho Marhaendianto  mendapat nomor urut dua, sedang pasangan Singgih Hidayat – Setyaningrum mendapat nomor urut 3.

Pasangan Heru – Kento disebut-sebut sebagai pasangan terkuat. Mereka diusung oleh koalisi PDIP, PAN, PKS dan PKB.  Pasangan ini pun tak luput dari serangan kubu lain dengan menggunakan kampanye hitam. Sementara pasangan BBS – Wijaya yang diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Matahari Bangsa (PMB)  juga mengklaim akan mampu memenangkan pilkada Purbalingga. Berbeda dengan dua pasangan lainnya, pasangan Singgih Hidayat – Setyaningrum terlihat tenang dalam mengatur strategi pemenangan. Meski demikian, pasangan ini juga optimis bisa menggerakan mesin partai pengusungnya yang terdiri dari PPP, PDP, Gerinda, Hanura, dan sejumlah partai lainnya non parlemen untuk mengantarkan Singgih – Setyaningrum ke kursi bupati dan wakil bupati 2010 – 2015. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response