IWO Jateng Juga Kutuk Kekerasan pada Wartawan di Banyumas

Ditulis 10 Okt 2017 - 14:23 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, SEMARANG – Ikatan Wartawan Online (IWO) Jawa Tengah menuntut Kapolres dan Bupati Banyumas mengganti peralatan wartawan yang rusak akibat tindak kekerasan aparat saat wartawan meliput aksi Selamatkan Slamet, Senin (09/10/2017) malam, di halaman kantor Bupati Banyumas.

Ketua IWO Jateng angkat bicara soal kekerasan yang menimpa 4 wartawan yang sedang melakukan tugas peliputan di depan kantor Kabupaten Banyumas tadi malam Senin (9/10/2017) sekitar pukul 22:00 Wib.

Dalam konfrensi pers, Ketua IWO Jateng Mustholih, didampingi Wakil Ketua IWO Jateng Deni Setiawan dan Sekeretaris IWO Jateng Parwito di Semarang mengutuk keras tindakan represif aparat Kepolisian dan Satpol PP yang mengakibatkan kekerasan terhadap wartawan Banyumas yang saat itu sedang melakukan tugas peliputan.

“Mengingatkan bahwa wartawan dalam melakukan tugas-tugas jurnalistik dilindungi Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pokok Pers,” ujarnya.

IWO Jateng menuntut para pelaku kekerasan dari unsur anggota Kepolisian dan Satpol PP agar diproses secara hukum.

“Kami minta Kapolres dan Bupati Banyumas mengganti alat-alat kerja wartawan yang mengalami kerusakan dalam insiden kekerasan aparat terhadap wartawan,” tegasnya di Semarang, Selasa (10/10/2017).

IWO juga mendukung aksi warga yang menolak proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Gunung Slamet. Sebagai negara demokratis, Indonesia menjamin warganya mengeluarkan pendapat di muka umum.

“Menyerukan kepada seluruh wartawan di Jawa Tengah segera membuat aksi solidaritas. Kekerasan terhadap wartawan sekecil apapun tidak boleh ditolerir!,” tegasnya.

Peserta aksi Selamatkan Slamet mendirikan tenda di depan kantor Bupati Banyumas (insta Selamatkan Slamet)

Diketahui, malam tadi 4 wartawan menjadi korban aksi brutal aparat Kepolsian dan Satpol PP saat mereka melakukan peliputan aksi massa yang menolak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet di depan kantor Bupati Banyumas.

Empat orang wartawan yang menjadi korban tersebut adalah Agus Wahyudi dari Harian Suara Merdeka, Aulia El Hakim dari Satelitpost, Mauludin Wahyu dari Radar Banyumas dan Darbe Tyas Metro TV. (BNC/*/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response