Pembunuh Hanani dan Nenek Eti Dituntut Pidana Mati

Ditulis 10 Okt 2017 - 00:11 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Masih ingat kasus pembunuhan seorang gadis Hanani dan neneknya Eti secara sadis di Kalikabong, Purbalingga?

Pada Senin (09/10/2017) proses persidangan dengan terdakwa Amin Subechi (26) memasuki Sidang Lanjutan ke XXI, dengan agenda pembacaan vonis hakim.

Sidang kasus pembunuhan sadis yang berlangsung dari pukul 11.00 s/d 12.00 WIB, di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Purbalingga, dihadiri sekitar 150 orang. Di halaman kantor PN digelar aksi damai sekitar 70 orang AMP (Aliansi Masyarakat Purbalingga), yang dipimpin koordinator Indra Wahyu Laksono. Mereka menuntut hukuman mati bagi terdakwa.

Majelis hakim terdiri dari Ageng Priambodo SH, Bagus Trenggono SH, H. Jelly Syahputra SH MH. Panitera Supriyanto SH. Sementara
Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) ialah M. Nurahman Adi Kusumo SH, D. Simorangkir SH, Oki Bogitama SH.

Hadir pengacara hukum terdakwa Imbar Sumisno, SH dan Nugroho Notonegoro, SH dari LBH Perisai Kebenaran Purbalingga.

Terdakwa pembunuhan adalah Amin Subechi (26), warga desa Pengadegan RT 006/03, Kecamatan Pengadegan, Kabulaten Purbalingga.

Dalam pembacaan vonis (putusan hukuman) oleh majelis hakim, inti dari vonis majelis yang dijatuhkan kepada terdakwa al. :

a. Menyatakan terdakwa bersalah secara sah sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum.
b. Majelis hakim menilai perbuatan terdakwa tergolong sadis. Perbuatan terdakwa mengakibatkan penderitaan yang mandalam bagi keluarga korban dan meresahkan masyarakat. Majelis juga tidak melihat unsur yang meringankan.
c. Menjatuhkan pidana kepada Amin Subechi alias Amin Bin Sureji oleh karena itu dengan pidana mati.
d. Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan.
e. Menyatakan barang bukti (bekas air minum, sedotan dll) dirampas untuk dimusnahkan, (perhiasan s.d hp nokia atas nama korban) agar dikembalikan kepada yang berhak melalui saksi Jumari bin Kaswari, motor CB 150R warna putih dan STNK dikembalikan terdakwa.
f. Membebankan biaya yang timbul dalam perkara ini kepada negara.

Terdakwa melalui Penasehat Hukum menyatakan menolak putusan dan menyatakan banding terhadap putusan hukuman yang dibacakan Majelis Hakim. Tanggapan JPU menyikapi atas permintaan banding oleh penasehat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Aksi Damai AMP

Sidang diwarnai aksi damai sekitar 70 orang AMP (Aliansi Masyarakat Purbalingga) di halaman Kantor PN Purbalingga dengan koordinator Indra Wahyu Laksono. Mereka menuntut hukuman mati bagi terdakwa.

Peserta aksi membawa panduk/poster yang digelar bertuliskan antara lain “Warga Kalikabong menuntut terdakwa dihukum mati”, “AMP ( Aliansi Masyarakat Purbalingga ) menuntut keadilan untuk Hanani dan Mbah Eti”, “Inyong pada setuju utang nyawa dibayar nyawa”, “Pembunuh sadis kuwe dihukum mati”, dan poster lainnya.

Selain orasi, aksi juga dilakukan dengan pembacaan puisi, aksi teatrikal dengan menghadirkan pemeran terdakwa AMIN SUBECHI BIN SUREJI dan doa bersama yang disampaikan oleh Korlap Indra Wahyu Laksono.

Elemen AMP berasal dari PD. Muhammadiyah Purbalingga,
Nasyiatul Aisyiyah Purbalingga, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), KOKAM Purbalingga, Himpunan Mahasiswa Akutansi (HMA), Pemuda Pancasila (PP), Ilusi 81, 83 dan 84, BEM KM FEB UMP Purwokerto. Untuk diketahui korban pembunuhan sadis Hanani adalah alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). (BNC/*/han)

Tentang Penulis

Leave A Response