Penyerahan Sharing Kayu dan Non Kayu LMDH Kedu Selatan

Ditulis 27 Mar 2010 - 21:32 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA– Penyerahan sharing kayu dan non kayu dari pihak Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) secara simbolis diserahkan oleh Kepala KPH Ir. Mulyono, MBA., MM kepada Ketua LMDH Kedu Selatan Tulus di Gedung Aula PKK Kabupaten, Sabtu (27/03).  Prosentase besar uang sharing selama tahun perhitungan yang diterimakan LMDH Kedu Selatan sebesar Rp 168.606.814;- yang terdiri dari sharing produksi kayu sengon Rp 91.730.708;- dan sharing produksi getah kayu pinus Rp 76.876.106;-.

Menurut Ir. Mulyono, pola kerjasama dengan masyarakat melalui LMDH ditentukan besaranya untuk kayu sengon masyarakat menerima 60% sedangkan Perhutani 40%, sedangkan untuk getah masyarakat menerima 5%. Penyerahan sharing didasarkan pada produksi masing-masing LMDH.Untuk pembagian tahun ini sharing diberikan 86% anggota atau kurang lebih kepada 33 LMDH dari 38 LMDH yang ada di wilayah Kedu Selatan. “Prosentase tersebut, tanpa mengurangi harga jual petani, akan diuangkan dan dibagikan setiap tahun sekali” katanya.

Berkaitan dengan LMDH ini Mulyono mengharapkan agar ke depan LMDH semakin mandiri dan mampu ikut secara aktif memelihara hutan sekitarnya. Ibaratnya kalau hutan itu sakit, yang paling tahu apa sesungguhnya sakitnya mestinya masyarakat di sekitar hutan itu sendiri. Prinsipnya hutan untuk kepentingan kita bersama. “Meski saya memaklumi, kebanyakan masyarakat di sekitar hutan merupakan masyarakat marginal sehingga masalah pemberdayaan masyarakat sekitar hutan masih menjadi perhatian utama” katanya.

Sementara itu, Ketua KMDH Kedu Selatan Tulus yang juga merupakan Kades Tunggoro menyampaikan saat ini sudah berdiri koperasi LMDH. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan mampu memfasilitasi usaha perdagangan anggota seperti kapulaga, singkong, jahe dan cengkih. Lebih lanjut ditambahkan kini sedang dipersiapkan tempat usaha untuk koperasi ini. “Di tempat tersebut nantinya juga diperdagangkan produk di luar produk hutan di antaranya berupa kerajinan batik Gumelem, anyaman bambu dan juga keramik klampok” katanya.

Ancaman Kerusakan Hutan

Di tempat yang sama, Syamsudin, S. Pd., M. Pd. mewakili Bupati mengingatkan akan pentingnya kelestarian hutan untuk kehidupan kita. Contoh akan kerusakan akibat pengelolaan hutan yang tidak terkendali sekarang ini bisa dilihat di wilayah Karangtengah, Kecamatan Batur. “Di wilayah tersebut, air terasa asam dan sepa” katanya.

Tak ada sumber air di wilayah tersebut yang layak minum. Akibatnya, mereka harus mengambil air dari wilayah hutan Perhutani Rembang yang dialirkan melalui selang yang panjangnya ribuan kilometer. Setelah kerusakan tersebut dirasakan semua masyarakat, kini kesadaran akan bahaya kerusakan lingkungan bagi kehidupan mulai muncul. “Akankah kita menunggu sampai semuanya terlambat?” tanyanya retoris.

Kini untuk memulihkan kerusakan lingkungan tersebut, masyarakat Karangtengah tidak hanya membutuhkan waktu yang lama, tapi juga membutuhkan ribuan pohon. Dan menurut pendapat Saya, lanjut Syamsudin, ribuan pohon itu tidak akan mampu dipenuhi sendiri oleh masyarakat Karangtengah, tapi membutuhkan bantuan dari Saudara-saudaranya yang ada di luar Karangtengah. “Sehingga kini, setiap satu pohon menjadi sangat berarti bagi masyarakat Karangtengah. Karena itu, saya mengharapkan adanya kesediaan semua orang untuk dapat membantu penyediaan bibit pohon bagi masyarakt Karangtengah” katanya.

Menurut penggerak lingkungan dari LSM Wijaya Kusuma dari daerah Karangtengah, lanjut Syamsudin, pohon yang diperkirakan tepat ditanam adalah pohon Ekalipus. Karena selain berfungsi untuk perbaikan lingkungan, kayu dan daunya bernilai ekonomis. “Kayunya dimanfaatkan untuk industri. Daunya diolah jadi minyak Gandapura. Jadi manfaatnya double” katanya.

Berkaitan dengan contoh kejadian tersebut, Syamsudin berharap kepada ketua LMDH yang hadir dan juga Pengelola Perhutani agar masalah lingkungan ini secara sungguh-sungguh menjadi perhatian. “Sudah banyak teori, kini saatnya untuk bergerak” tegasnya. (BNC/eko)

Tentang Penulis

Leave A Response