Tips Kerja yang Menyenangkan

Ditulis 06 Okt 2017 - 09:57 oleh Banyumas1

Sebuah inspirasi dari artikel Mengapa Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan?

Kerja di Google pasti gajinya besar. Ada makan besar hingga cemilan gratis. Disediakan tempat tidur siang, disediakan berbagai sarana olahraga dan games, desain kantornya keren banyak spot selfie. Siapa yang tak suka dengan itu semua?

Semua itu memang bikin asyik kerja di Google. Tapi ada satu hal yang tidak banyak diketahui orang, yang membuat Google menjadi salah satu tempat kerja paling membahagiakan di planet ini.

Chad Meng, salah seorang insinyur, salah seorang yang termasuk awal kerja di Google (dia karyawan no. 107), adalah otak yang merancang sebuah program untuk menciptakan suasana membahagiakan di Google.

Dia menggagas sebuah program untuk karyawan Google namanya “Search Inside Yourself.” Programnya banyak dan unik-unik. Tapi di sini  di-share satu saja yang sangat simple tapi jleb!

Meng mengajarkan sebuah latihan pikiran selama 10 detik saja. Pikirkan dua orang yang ada di ruangan ini, lalu katakan dalam hati “Saya mendoakan dengan tulus agar si A bahagia, Saya mendoakan dengan tulus agar si B bahagia”. Sangat simpel.

Latihan simpel ini ternyata telah mengubah banyak orang. Setiap orang yang sudah mempraktikkan ini akan tersenyum dan merasa lebih bahagia dibanding 10 detik yang lalu.

Meng pernah mengajarkan praktik ini di sebuah seminar pada selasa malam. Dia menyarankan kepada peserta untuk mempraktikkannya besok saat kerja. 10 detik setiap jam. Pilih secara acak dua orang yang melintas di kantornya. Karena ini cuma dalam pikiran, tidak ada hal yang menyulitkan atau memalukan.

Pada hari Rabu Meng mendapat email dari salah seorang yang mempraktikkan latihan ini: “I hate my work, I hate coming to work every single day. But Inattended your talk on Monday, did the homework on Tuesday, and tuesday was my happiest day in 7 years.”

Mengapa praktik ini begitu efektif untuk menciptakan suasana bahagia dalam hati?

Ketika mempraktikkan latihan ini, kita baru sadar bahwa sumber stress adalah karena kita sibuk memikirkan diri kita sendiri. Coba cek doa-doa kita. 99% untuk kebaikan, kebahagiaan, kekayaan diri kita sendiri…

Sepertinya tidak pernah kita menyelipkan doa setelah sholat untuk tetangga yang lagi susah, tukang mie tek tek yang malam-malam lewat, atau petugas PLN yang mengecek meteran.

Padahal salah satu sumber kebahagiaan itu ternyata adalah melakukan kebaikan untuk orang lain (altruisme).

Dan sebaliknya, sumber ketidakbahagiaan adalah selfish, egoisMe, selalu Me Me Me (aku aku aku).

Makanya orang yang paling bahagia itu adalah Rasulullah Saw. Hidupnya hanya untuk kebahagiaan orang lain. Doa doa dan harapannya untuk umatnya. Bahkan kata terakhir adalah Ummatii… Ummatii… Ummatiii.

Dan Rasul juga pernah memberi satu resep kebahagiaan yang mungkin Chad Meng terinspirasi dari sini:

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (saudara seislam [ukhuwah islamiyah], saudara sesama manusia [ukhuwah basyariyah]) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR. Muslim no. 4912)

Mari kita saling mendoakan dan praktekkan. Oke? (BNC/*)

Tentang Penulis

Leave A Response