Puncak Gunung Slamet bertambah tinggi, aktivitas pendakian ditangguhkan

Ditulis 27 Mar 2010 - 12:48 oleh Banyumas1

BANYUMAS – Aktifitas pendakian Gunung Slamet untuk sementara disarankan untuk ditangguhkan karena adanya tumpukan material di puncak gunung yang belum padat sehingga rawan longsor dan berbahaya untuk pendakian. Tumpukan material itu juga menjadikan puncak bertambah tinggi antara 50 – 100 meter.

Demikian dikatakan Administratur Perhutani Banyumas Timur Andi Riana, kemarin (Jum’at 26/03). Menurutnya tumpukan material yang dimuntahkan gunung Slamet selama aktivitas pada 2009 sebelumnya terhampar pada puncak gunung seluas 2.500 hektar (ha) kondisinya belum padat.

Tumpukan material vuklkanik itu menjadikan puncak gunung Slamet tumbuh antara 50 hingga 100 meter sebelumnya ketinggian gunung 3.428 meter. “Material vulkanik yang menumpuk dipuncak gunung menambah tinggi gunung antara 50 hingga 100 meter dari sebelumnya yang terukur 3.425 meter di atas permukaan laut (dpl),” kata Andi Riana lagi.

Selain puncak gunung Slamet yang bertambah tinggi, aktivitas lain dari gunung berapi tertinggi di perbatasan Purbalingga, Pemalang, Tegal, Brebes, dan Banyumas itu membuat kawah utama gunung bergeser sejauh 200 meter dari kawah lama ke utara atau arah Kabupaten Pemalang dan Tegal. Pasca erupsi 2009 kawah lama sudah tidak terlihat lagi aktivitasnya. (BNC/ist/git)

Puncak Slamet - culex

Puncak Slamet - culex

Tentang Penulis

Leave A Response