Kampung Warna Bobotsari, Mengubah Warna Kehidupan Warga

Ditulis 06 Okt 2017 - 07:46 oleh Banyumas1

Kampung Warna, kreatifitas yang mengubah warna kehidupan warga Kampung Baru, Bobotsari, Purbalingga. Ada apa di sana? 

BanyumasNews.com, PURBALINGGA  – Kehidupan berubah berkat warna! Tidak percaya? Ini cerita dari Kampung Warna Bobotsari, Purbalingga …

Siapa yang menyangka, kehidupan masyarakat RW 8 atau yang dikenal dengan Kampung Baru, Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah bisa berubah total. Kampung padat penduduk  itu, dulu dikenal dengan kampung kumuh dan sebagian pemudanya suka begadang serta  mabuk-mabukan.

Kini, semuanya berubah total seiring dengan kehadiran Kampung Warna. Rumah-rumah warga yang berada 100 meter di selatan terminal bus Bobotsari itu, dicat warna-warni. Ada juga gambar tiga dimensi yang dijadikan spot foto para pengunjung. Anda bisa berselfie ria di situ… dan pasti Wow!

“Sebelum ada kampung warna, sebagian pemuda di sini suka begadang dan mabuk-mabukan. Sekarang, mereka sudah sadar tidak mabuk-mabukan. Mudah-mudahan, juga tidak mabuk di tempat lain, sudah benar-benar berhenti mabuk,” kata Sri Utomo, salah satu tokoh warga Kampung Baru.

Sri Utomo menyampaikan hal itu di sela-sela kunjungan rombongan wartawan, pada kegiatan safari jurnalistik bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Purbalingga, Rabu (4/10/2017) lalu.

Sri Utomo mengungkapkan, warga Kampung Baru kini juga mulai sadar setelah banyaknya kunjungan di kampungnya. Mereka tidak lagi menjemur pakaian asal-asalan di depan rumah hingga terkesan kumuh. Halaman rumah warga juga nampak rapi.

“Warga di sini sudah mulai sadar wisata, mereka merasa malu jika menjemur pakaian di halaman rumah. Mereka juga rutin membersihkan halaman rumah dan gang di sekitarnya hingga tampak bersih. Beberapa warga juga bisa berjualan jajanan hasil karyanya,” ujar Sri Utomo.

Rumah di Kampung Baru tercatat ada sekitar 120 lebih. Kampung itu terbagi dalam tiga Rukun tetangga (RT), masing-masing RT 1, 2 dan RT 3 yang terwadah dalam RW 8 Desa Bobotsari.

“Baru sekitar 42 rumah warga yang dicat warna-warni. Mudah-mudahan secara bertahap semua rumah di Kampung Baru bisa dicat warna-warni mulai dari tembok, gang hingga bagian genteng,” ujar Sri Utomo.

Kampung Warna dirintis sejak Agustus 2017 lalu. Ketika itu, menjelang peringatan kemerdekaan RI. Warga sepakat tidak hanya membersihkan lingkungan dengan mengecat putih dan memasang layur, tetapi juga sekaligus mengecat rumahnya dengan warna-warni.

“Untuk mengecat rumah warga, kami harus meminjam uang Rp 10 juta dari kas RW. Pinjaman itu akan dibayar selama 1,5 tahun. Semangat warga khususnya para pemuda, bekerja siang malam akhirnya terwujud rumah-rumah warga yang menarik dan unik. Ada warga yang mengecat sepedanya dan memberi asesoris bunga untuk tempat foto,” ujar Sri Utomo.

Menurutnya, sejak 20 Agustus 2017 hingga akhir September 2017 sekitar 7.000 pengunung lebih sudah datang ke kampung warna. Sebuah angka kunjungan yang fantastis!

Lukisan yang bisa dijumpai di kampung warna dan unik untuk berswafoto, di antaranya tokoh kartun Doraemon dan Batman. Ada juga gambar Ratu Pantai Selatan. Di salah satu sisi jalan gang selebar satu meter, dekat selokan, dihiasi aneka bunga dari sampah plastik yang berwarna-warni.

Ada juga gambar tiga dimensi seperti ikan Hiu yang seolah siap menerkam, pintu ajaib, burung kakak tua dan elang, yang siap bertengger di lengan pengunjung, payung untuk melindungi dari air hujan, dan aliran air yang seolah-olah tertuang ke tangan pengunjung.

Zonasi Kampung Warna

“Di Kampung warna ini ada tiga zona, yakni zona pola warna, zona lorong warna, dan zona tiga dimensi,” tutur Aris Widianto, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bobotsari.

Aris mengatakan, Pokdarwis yang mengelola Kampung warna sebagian besar terdiri dari anak-anak muda. Ada tiga tim, masing-masing tim kreatif, pelayanan dan pemasaran. Ketiga tim tersebut akan terus mengembangkan kampung warna.

Saa ini mereka masih fokus mengembangkan kampung tersebut dengan zona khusus untuk lukisan 3D dan pemanfaatan sungai yang mengalir di tengah kampung tersebut.

“Rencananya sungai akan dijadikan mini tubbing untuk anak-anak dan akan diadakan juga event melukis 3D di RT 01/08,” ujarnya.

Selain itu, areal desa berupa lanskap persawahan indah juga akan digarap, bekerja sama dengan petani dan pemilik lahan. “Akan dibuat spot-spot khusus untuk foto selfie. Seperti apa bentukannya nanti, tunggu kejutannya dari kami,” ujar Aris.

Ah, bisa saja Mas Aris ini …

Untuk pengelolaan, dana diambilkan dari pendapatan tiket masuk Rp 3.000 per orang. Dana yang terkumpul, 30 persen untuk petugas yang bekerja,  30 persen untuk pengembangan, dan sisanya untuk membayar angsuran pinjaman ke RW.

Ketua RW 08, Muhdi mengapresiasi kerja Pokdarwis dan antusiasme luar biasa dari warga dan pemuda-pemudi desa. Ia mengatakan, sebelumnya Gang Kampung Baru penuh dengan sampah berserakan. Sungai juga penuh dengan sampah plastik.

“Begitu dirapatkan, muncul gagasan kampung warna, warga menyambutnya antusias. Pemuda-pemudi mengecat, menggambar dan menata kampung. Warga bergantian membuatkan makanan dan minuman untuk mereka. Itu dikerjakan penuh selama satu bulan,” ujarnya.

Muhdi menambahkan, saat ini semua warga memiliki kesadaran untuk membuang sampah di tempat sampah. Bahkan, anak kecil sudah rajin tidak asal membuang sampah.

“Kampung kami yang semakin terlihat bersih, indah, makin banyak mendapat kunjungan, kesadaran untuk menjaga kebersihan tertanam secara mendalam di benak warga. Kami bersyukur dan akan terus berupaya untuk menjaga dan mengembangkan Kampung Warna ini,” kata Muhdi. (BNC/PI-1)

Ket foto : Kampung Warna di wilayah RW 8 Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari Purbalingga. 

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Banyumas1 09/10/2017 pukul 11:19 -

    Berita ini berdasarkan kirimkan Dinas Kominfo Kabupaten Purbalingga (PI = Purbalingga info)

  2. Dona wahyuni de fretes 08/10/2017 pukul 07:54 -

    Aslm.ni kapan wawancaranya, tlg di klarifikasi berita ini ga bener.

Leave A Response