Sultan tolak Jogja jadi tempat konferensi gay

Ditulis 27 Mar 2010 - 11:48 oleh Banyumas1

YOGYAKARTA – Setelah gagal melaksanakan konferensi di Surabaya karena tidak memperoleh ijin pihak berwenang dan mendapat protes dari Forum Umat Islam (FUI) Surabaya, rupanya ada wacana kaum minoritas lesbi dan gay akan menjadikan Yogyakarta sebagai lokasi hajatan mereka. Namun buru-buru Gubernur Daerah Istimewa (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menolak wacana Yogyakarta dijadikan tempat konferensi International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Intersex Association (ILGA) Ke-4 tingkat Asia. Itu.

Menurut Sultan wacana menjadikan Yogyakarta sebagai tuan rumah konferensi ILGA Ke-4 tingkat Asia, dari sudut pandang hak asasi manusia memang konferensi tersebut bisa digunakan untuk menunjukkan eksistensi diri komunitas itu. Namun ia menyebut tidak etis apabila konferensi berlangsung di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya.

“Di tempat lain saja tidak diizinkan, kok di Yogyakarta malah mau diizinkan,” katanya di Yogyakarta, Jumat kemarin (26/03).

Dengan pertimbangan tersebut, menurut dia, konferensi ILGA semestinya tidak mungkin digelar di Yogyakarta. Apalagi, di tempat lain wacana penyelenggaraan konferensi ILGA juga telah ditolak. Lebih lanjut dikatakan, hingga saat ini belum ada konfirmasi dari siapapun terkait wacana Yogyakarta dijadikan tuan rumah konferensi tersebut. Penyelenggaraan konferensi ILGA di Yogyakarta masih sebatas wacana. (BNC/jn)

Tentang Penulis

Leave A Response