Jurnalis Sangat Membantu Promosi Wisata

Ditulis 05 Okt 2017 - 07:14 oleh Banyumas1

Peran jurnalis dalam mempromosikan destinasi wisata tidak bisa diremehkan.

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Pengelola destinasi wisata Bukit Mertelu, Desa Sangkanayu, Mrebet, Purbalingga, Sugeng Utomo mengungkapkan, kedatangan jurnalis yang dimotori Dinkominfo Purbalingga sangat membantu promosi potensi wisata. Kedatangan jurnalis juga mampu memberikan masukan tentang fasilitas dan wahana apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung wisatawan.

“Bukit Mertelu ini masih terus berbenah, kami sangat berterima kasih atas kedatangan teman-teman jurnalis dari berbagai media yang secara langsung membantu promosi wisata. Kami merasa terpacu untuk terus berbenah untuk kenyamanan wisatawan yang mendaki bukit Mertelu,” kata Sugeng, menanggapi safari jurnalistik untuk mengenalkan potensi wisata dan UKM yang digelar Rabu (4/10/2017) oleh Dinkominfo Purbalingga.

Sementara itu, Plt Direktur Owabong Hartono, yang dipasrahi untuk merancang pembenahan daya tarik wisata Goa Lawa mengungkapkan, beberapa wahana yang akan digarap di Goa Lawa antara lain rumah pohon, cafe pohon, ski rumput, cafe goa, dan pembenahan ornamen di dalam goa agar terkesan menarik.

“Goa Lawa merupakan goa yang terbentuk dari lava, pencahayaan di dalam goa akan kami sesuaikan dengan kondisi lava sehingga akan menarik dan unik. Jika nanti sudah terwujud, Goa Lawa akan tampil dengan wajah baru yang diharapkan menjadi destinasi unik di Indonesia,” kata Hartono.

Tokoh masyarakat di Kampung Baru Bobotsari, yang kampungnya dijadikan destinasi wisata Kampung Warna, Sri Utomo menyambut baik kunjungan jurnalis ke kampungnya. “Dengan kedatangan para jurnalis, kami tentunya sangat terbantu untuk promosinya,” kata Sri Utomo.

Sri Utomo menambahkan, rumah warga di wilayah Kampung Baru ada sekitar 120 rumah yang terbagi dalam tiga RT. Saat ini baru sekitar 42 rumah yang dicat warna-warni. Modal pengecatan itu dari uang pinjaman kas RW sebesar Rp 10 juta.

“Awalnya, kami akan melakukan kebersihan untuk menyongsong peringatan HUT kemerdekaan RI bulan Agustus lalu. Kemudian muncul ide untuk mengecat rumah warga dengan warna yang bermacam-macam. Ada pula di rumah warga dilukis gambar tiga dimensi sehingga semakin menarik pengunjung”, paparnya.

Ia bercerita, baru sekitar 1,5 bulan dibuka sejak 20 Agustus 2017 lalu, jumlah kunjungan ke kampung warna warni sudah mencapai lebih dari 7.000 orang. “Kedatangan mereka tentu membuat kami semakin bersemangat untuk terus berbenah melayani wisatawan. Dan yang membuat kami gembira, kampung kami sekarang tidak ada pemudanya yang mabuk-mabukan. Warga kami juga sudah tidak menjemur pakaian di halaman rumah, karena jelas bisa menganggu pemandangan bagi wisatawan,” kata Sri Utomo. (BNC/PI1)

 

Tentang Penulis

Leave A Response