Ganjar Pranowo Pimpin Upacara Hari Batik di Purwokerto

Ditulis 02 Okt 2017 - 14:57 oleh Banyumas1

Hari Batik Nasional, Pemkab Gelar Upacara dan Pawai Batik Banyumasan

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Hari Batik Nasional Tingkat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diperingati dengan upacara dan pawai batik oleh Aparatur Sipil Negara, Karyawan BUMN, BUMD, pelajar dan juga pengrajin batik Banyumasan. Kegiatan dilaksanakan Senin (2/10/2017) di Alun-alun Purwokerto.

Sebelum upacara juga dimeriahkan Tari Pesona Batik Nusantara yang dibawakan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Sokaraja.

Menurut Bupati Banyumas Ir Achmad Huesin, upacara hari batik ke 8 di Banyumas menjadi istimewa karena sebagai Pembina Upacara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bupati berharap kehadiran Gubernur akan semakin memotivasi jajaran pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat Kabupaten Banyumas untuk terus menumbuh kembangkan budaya batik.

“Sehingga dapat menambah kekayaan dan keragaman kebudayaan, sekaligus memberdayakan perekonomian masyarakat, khususnya para perajin batik”, kata Bupati.

Batik Banyumas menurut Bupati identik dengan motif jonasan, yaitu kelompok motif non geometrik yang didominasi dengan warna-warna dasar kecoklatan dan hitam. Motif-motif batik banyumas yang berkembang antara lain sekar surya, sido luhung, lumbon, jahe puger, cempaka mulya, kawung jenggot, madu bronto, satria busana, pring sedapur, serta motif manggar sebagai hasil lomba motif batik yang digelar beberapa waktu yang lalu.

“Itulah yang membedakan batik Banyumasan dengan batik Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, dan Pekalongan, sekaligus mencerminkan watak wong Banyumas yang cablaka, blakasuta, jujur, apa anane, egaliter dan semedulur. Batik Banyumasan juga sangat menghargai nilai-nilai kebebasan, demokrasi dan semangat kerakyatan”, katanya.

Gubernur dalam sambutanya mengatakan produk batik Banyumasan mempunyai kekhasan yang dikenal secara nasional. Selain desain bagus dan beragam, batik banyumasan juga dibuat semua level masyarakat, kalangan atas maupun bawah hingga pelajar SMA.

“Motif Banyumasan dikenal menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Punya ciri pedalaman dan bukan pesisir. Khas pedalaman adalah corak lebih gelap dengan gambar tegas dan lugas yang punya filosofi apa adanya khas warga Banyumas,” kata Ganjar.

Ia berharap ide inovasi hingga kreasi batik Banyumas bisa terus dikenal hingga luar negeri. Karenanya upaya promosi harus digencarkan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Maka ceritakan batik Banyumas dengan kekhasannya. Kasih alamat dan silakan beli di sini. Saya yakin ini jadi momentum industri batik tumbuh di kancah dunia,” kata Gubernur. (BNC/PARS)

 

Tentang Penulis

Leave A Response