Sambut Hari Batik, Siswa Dihimbau Pakai Batik Banyumasan

Ditulis 02 Okt 2017 - 06:14 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Menyambut Hari Batik Nasional 2 Oktober 2017, Yayasan Batik Indoenesia (YBI) beberapa waktu lalu melayangkan surat kepada Presiden Jokowi. YBI melalui Ketua Panitia Hari Batik Nasional (HBN) 2017, Gita Kartasasmita, dalam surat tersebut mengajak masyarakat dan Kementerian serta jajaran Pemerintah Daerah berpartisipasi aktif memperingati HBN 2017.

Sejalan dengan ajakan YBI, siswa sekolah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada hari ini dihimbau memakai baju batik motif lokal Banyumasan. Seperti di SMA N 1 Purwokerto, siswa diminta memakai baju batik Banyumasan dengan bawahan celana/rok coklat pramuka.

Oleh UNESCO batik diakui sebagai World Heritage Indonesia.

Sejarah Batik Banyumas

Ditulis aircraft.com, daerah penghasil Batik di Indonesia, tak hanya Jogja atau Pekalongan saja tapi juga tersebar di seluruh Nusantara. Di Jawa Tengah sendiri, Banyumas juga memiliki sentra Batik meskipun tidak populer seperti Pekalongan dan Solo.

Batik Banyumas tidak terlepas dari pengaruh budaya mataram, seperti halnya Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan. Awalnya Batik Banyumas berpusat di daerah Sokaraja, dibawa oleh pengikut Pangeran Diponegoro setelah usainya perangan pada tahun 1830.

Versi lain mengatakan bahwa asal mula batik Banyumas dibawa oleh pengungsi-pengungsi dari daerah Solo ketika di Kerajaan Mataram terjadi perang saudara sekitar tahun 1680. Perang saudara ini akibat politik pecah belah Belanda. Pangeran Puger dijatuhkan oleh Amangkurat II dan VOC melarikan diri ke daerah Banyumas. Pengungsi-pengungsi inilah yang diduga menyebarkan budaya batik di Banyumas. (BNC/PUH)

Foto: instagram

Tentang Penulis

Leave A Response