Masyarakat Desa Kedunggede Adakan Grebeg Suran

Ditulis 30 Sep 2017 - 10:43 oleh Banyumas1

Masyarakat Desa Kedunggede Adakan Grebeg Suran

Desa Kedunggede, Kecamatan Banyumas, Jawa Tengah, tak mau ketinggalan dengan desa lainnya di Kabupaten Banyumas. Dalam merayakan bulan Sura/Muharam 1439, masyarakat bersama Pemdes Kedunggede mengadakan Grebeg Suran dengan berbagai rangkaian kegiatan.

“Tiap tahun masyarakat dan Pemdes merayakan bulan Sura. Akan tetapi, kemeriahaannya selalu terjadi tiap dua tahun sekali, seperti perayaan pada tahun ini,” ungkap Sabariman, Kepala Desa Kedunggede, pada kontributor banyumasnews.com di Balai Desa Kedunggede Jum’at malam (29/09/2017), saat acara pentas Musik Oldiest dengan mempersembahkan Cressendo Band.

Sabariman yang tahun ini memasuki tahun ke-4 menjabat sebagai Kepala Desa Kedunggede, membeberkan jadwal rangkaian kegiatan Grebeg Suran. Pada Kamis, 28/09/2017 jam 19.30, di komplek balai desa telah diadakan acara kirim do’a (tahlil) untuk arwah pendiri desa Kedunggede serta leluhur masyarakat desa dengan didahului bersih kompleks pemakaman.

Pada Sabtu (30/09/2017), akan diadakan acara “Arak-Arakan Gunungan” dengan mengitari desa Kedunggede, dan pada Sabtu malam harinya, akan diadakan acara penyerahan santunan untuk anak yatim-piatu dan anak kurang mampu.

Acara pada Sabtu malam dirangkai dengan pembagian upah pungut PBB tahun 2017 dan penghargaan pada RT untuk kecepatan pungut. Sedangkan pada Minggu (01/10/2017), jam 14.00 sampai selesai jika tidak hujan akan diadakan Lomba Layang-Layang Hias.

Kegiatan Grebeg Suran desa Kedunggede tahun ini dipuncaki oleh acara Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk pada hari Sabtu (30/09/2017), oleh Ki Dalang Guntur Riyanto dari Maos, Cilacap, dengan lakon “Lahirnya Wisanggeni” di halaman balai desa.

“Saya sangat terharu pada tiap perayaan Suran. Setiap kegiatan Suran, pelaksanaan dan pendanaan selalu dilakukan oleh masyarakat. Pemdes fasilitasi saja. Khusus untuk perayaan tahun ini, biaya penyelenggaraan Grebeg Suran sebesar 40 juta rupiah. Pemdes hanya anggarkan 7 juta rupiah saja. Berarti, 33 juta rupiah sisanya dari peran serta masyarakat yang berdomisili di Kedunggede maupun yang sedang berada di manapun, termasuk yang sedang berada di luar negeri sedang merantau,” pungkas Sabariman. (Hari Widiyanto)

 

Tentang Penulis

Leave A Response