Ini Penyebab Aris Wahyudi Bos Nikahsirri.com Dulu Kalah di Pilbup Banyumas 2008

Ditulis 25 Sep 2017 - 22:48 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Tertangkapnya bos pemilik partai ponsel dan situs nikahsirri.com Aris Wahyudi, yang pernah menjadi calon bupati dari PDIP pada pemilihan bupati (Pilbup) Banyumas 2008, membuat orang penasaran siapa sebenarnya Aris Wahyudi atau yang dulu disapa Arwah? Bagaimana sepak terjangnya di dunia politik?

Sebuah tulisan di blog yasiralkaf.wordpress.com tentang kiprah Aris Wahyudi dalam Pilbup Banyumas 2008 mengungkap kenapa Aris Wahyudi kalah telak dengan perolehan suara paling buncit, sedangkan partai pengusungnya adalah PDIP, partai pemenang Pemilu dan Banyumas dikenal sebagai “kandang banteng”. Tulisan itu berbentuk tanya jawab antara Jay dengan Pongkring.

“Oya, bukannya daerah Banyumas merupakan kantong massa PDIP, masa bisa calonnya kalah?”, tanya Jay.

“Emang bener gitu. Banyak daerah di Kabupaten Banyumas yang merupakan basis massa PDIP, tapi PDIP tetap saja gagal total. Kata orang-orang sih PDIP salah memilih calon bupati sehingga sebagian suara PDIP mengalir ke pasangan lain. Kebanyakan dari suara mereka mengalir ke Bambang Pri yang aslinya dicalonkan koalisi PPP, Demokrat dan PKS” ujar Pongkring.

“Koq bisa?” tanya Jay lagi.

“Sekali lagi ini kata warga lho. Aslinya cabup dari PDIP itu Bambang Pri bukannya Aris, tapi entah bagaimana tiba-tiba ada instruksi dari pusat yang membatalkan pencalonan Bambang Pri dan diganti Aris. Bambang Pri akhirnya mencalonkan diri melalui koalisi tiga partai itu.

Yang di luar dugaan para pengurus PDIP, ternyata masih ada kader yang setia kepada Bambang Pri, karena saat kampanye terbuka Bambang Pri hampir selalu ada bendera PDIP. Nggak bisa dipungkiri ini menjadi bukti terpecahnya suara PDIP.

Aris sendiri entah kurang pede atau gimana di setiap kampanyenya selalu menyerukan jangan keliru memilih calonnya PDIP. Calon resmi PDIP adalah dirinya bukan yang lain.

Di jalan-jalan bahkan banyak spanduk bergambar Megawati dengan tulisan seolah Megawati berkata ’Saya instruksikan warga PDIP untuk memilih Aris Wahyudi’. Tragisnya ternyata kampanye mereka tidak berhasil. Aris Wahyudi malah menduduki posisi buncit sementara Bambang Pri bisa meraih posisi kedua. Secara logis hal itu nggak mungkin terjadi karena massa PPP, Demokrat dan PKS tidak sebanyak itu”, ulas Pongkring.

“Repot juga ya kalo keputusan yang sudah disepakati di daerah, tiba-tiba dibatalkan pusat. Mungkin hal itu bisa menjadi pembelajaran PDIP kelak. Berarti bisa dikatakan PDIP melakukan dua kesalahan ya. Pertama, salah memilih cabup yang tidak sesuai keinginan suara akar rumput PDIP sendiri. Kedua, mereka salah memilih warga nahdliyin yang didapuk sebagai cawabup karena ternyata perolehan dari warga nahdliyin kurang maksimal.” kata Jay.

“He eh. Terang aja Aris gagal mendulang suara nahdliyin karena yang sesungguhnya kader nahdliyin kan ibunya bukan Asroru. Kalau ibunya bisa dkatakan masih mempunyai pengaruh di kalangan Muslimat tapi kalo Asroru bisa dikatakan tidak terlalu dikenal oleh warga nahdliyin. Paling mereka tahunya dia anak mantan ketua Muslimat Banyumas. Mungkin harusnya yang diajak ibunya kali ya biar suaranya bisa maksimal”, kata Pongkring sambil tersenyum.

No comment deh” kata Jay.

“Tapi si Bambang Pri emang terkenal ya? Koq bisa meraih posisi kedua?” tanya Jay lagi.

Catatan redaksi, Pilkada Banyumas 2008 dimenangkan oleh pasangan Mardjoko-Achmad Husein yang disingkat Marhein. Pasangan ini diusung PKB. Pada saat itu dan hingga saat ini, kenapa PDIP mengusung Aris Wahyudi masih menjadi tanda tanya, dan hanya Megawati dan Tuhan yang tahu. (BNC/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response