Pungut biaya pemegang Jamkesmas, pengurus RS Sinar Kasih dipanggil DPRD

Ditulis 26 Mar 2010 - 20:15 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Pengurus Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih Purwokerto, pada Jum’at (26/03), harus menghadap Komisi D DPRD Kabupaten Banyumas karena telah memungut biaaya kepada pasien pemegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Dewan meminta RS Sinar Kasih yang beralamat di Jl Martadireja II, Mersi, Purwokerto Timur itu mematuhi aturan tentang Jamkesmas dengan tidak memungut biaya kepada masyarakat miskin penerima program pemerintah itu. Dalam kasus ini, RS Sinar Kasih dipanggil karena telah memungut biaya kepada Daritem, warga Kemutug Lor, Kecamatan Baturaden, yang diminta membayar Rp. 500 ribu untuk membeli benang dan mesh sesuai kuitansi yang ditantangani bagian keuangan RS Sinar Kasih.

Pemanggilan pengurus RS Sinar Kasih karena adanya pengaduan ke dewan dari pemegang Jamkesmas tersebut. Pihak RS mengatakan pungutan dilakukan oleh ‘oknum’. Sementara itu, Anggota Komisi D  yang juga Ketua IDI Kabupaten Banyumas, dr Budhi Setyawan mengakui hampir di seluruh instansi layanan kesehatan, ada oknum yang berbuat demikian termasuk oknum dokter yang merawat pasien Jamkesmas.

“Hal itu dilakukan karena memang dokter tersebut menginginkan penggunaan obat maupun media untuk perawatan lain, sesuai dengan kebiasaannya.  Padahal, obat maupun alat tersebut tidak masuk dalam kategori yang mendapatkan klaim Jamkesmas,” paparnya.

Dr Budi Setyawan menghimbau layanan rumah sakit dan dokter juga mempertimbangkan aspek nurani sehingga tidak asal membebani biaya kepada mereka yang memang secara ekonomi tidak mampu. (BNC/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response