Purbalingga peringkat I Kabupaten Pro-Investasi 2009

Ditulis 24 Jul 2009 - 14:08 oleh Sista BNC

Kabupaten Purbalingga ditetapkan sebagai peringkat I Kabupaten Pro-Investasi Jateng tahun 2009. Purbalingga berhasil menyisihkan empat kabupaten/kota lainnya di Jateng yang masuk dalam kategori lima besar dengan meraih skor 3.888. Empat kabupaten yang tersisih dan menempati peringkat II hingga V masing-masing Kabupaten Banyumas (skor 3.877), Kota Tegal (3.538), Kabupaten Kudus (3.528), dan Kabupaten Wonosobo (3.485).
Penetapan peringkat tersebut berlangsung dalam Sidang Panel dalam rangka Pemberian Penghargaan Kabupaten/Kota Pro Investasi Jateng Tahun 2009 yang berlangsung di Gedung Grhadika Bakti Praja Kantor Gubernur Jateng, Kamis (23/7). Penetapan tersebut setelah dilakukan tiga tahap penilaian, dengan tahap terakhir sidang panelis. Bertindak sebagai panelis Sandiaga S Uno selaku pengusaha nasional yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang UMKM dan Koperasi, Ketua Kadin Jateng Solichedi, Prof Dr FX Sugiyanto (Guru Besar FE Undip), Agung Pambudi dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dan Suhardi dari Badan Penanaman Modal (BPM). Sedang bertindak sebagai moderator Prof Ir Eko Budihardjo.
Pemilihan Kabupaten Pro-Investasi tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) bekerja sama dengan Kadin Jateng.. Kabupaten Purbalingga sendiri pernah mendapat penghargaan serupa pada tahun 2004.
Dalam sidang panelis yang dihadiri Wakil Gubernur Jateng Dra Hj Rustriningsih MSi, tapil para bupati/walikota yang masuk dalam nominator lima besar kabupaten Pro investasi. Mereka adalah Drs H Triyono Budi Sasongko MSi (Bupati Purbalingga), Drs H Mardjoko MM (Bupati Banyumas), Ikmal Jaya (Walikota Tegal), Mustofa Wardoyo (Bupati Kudus), dan Drs Kholik Arif, M.Si (Bupati Wonosobo).
Para bupati/walikota tersebut diberi kesempatan untuk memaparkan tentang kebijakan dan upaya dalam menarik investor. Bupati Triyono nampak berapi-api dalam menyampaikan paparan. Sementara bupati Mardjoko tampak banyak menyindir kabupaten tetangga yakni Purbalingga, sedang Bupati Wonosobo tampil merendah dengan mengatakan bahwa Kabupaten Wonosobo banyak memberikan sodaqoh kepada 13 kabupaten/kota dibawahnya khususnya dalam memberikan sumbangan ketersediaan air. Bupati Kudus dan walikota Tegal tampil datar.
Pertanyaan para panelis pun cukup menggelitik. Hal yang ditanyakan lebih banyak kepada strategi dan kinerja investasi yang telah diraih. Pertanyaan yang cukup nyeleneh disampaikan oleh Sandiaga S Uno. ”Jika Saudara diberikan kesempatan 30 detik untuk beriklan di televisi nasional, apa yang ingin disampaikan, dan siapa bintang iklannya,” tanya Sandiaga S Uno.
Mendapat pertanyaan tersebut, para nara sumber terlihat langsung menuangkan imajinasinya dalam catatan yang akan disampaikannya secara bergiliran. Bupati Purbalingga Triyono menyampaikan, jika mendapat kesempatan beriklan pihaknya akan mengiklankan bahwa berinvestasi di Purbalingga serasa berinvestasi di kampung sendiri. ”Mari datang berinvestasi di Purbalingga. Karena berinvestasi di Purbalingga, serasa berinvestasi di kampung sendiri,” ujar Bupati Triyono sembari mengatakan dia akan memilih bintang iklan Madonna. Kenapa Madona, Triyono buru-buru menambahkan, karena salah satu produk bulu mata palsu dari Purbalingga digunakan oleh bintang film kenamaan sekelas Madonna.
Kepala BPMD Jateng Anung Sugihantono mengungkapkan, tahapan pemilihan kabupaten/kota Pro-Investasi dilakukan melalalui tiga tahapan. Setelah 35 Kabupaten/kota di Jateng diberikan questioner, tahap pertama dipilih 10 kabupaten/kota. Kemudian, pada tahap II dilakukan verifikasi data dan kunjungan lapangan. Pada tahap II ini dipilih 5 kabupaten/kota untuk maju dalam tahap III sidang panelis.
”Dari 35 kabupaten/kota yang kami kirimkan questioner, ternyata ada satu kabupaten yang tidak menyerahkan jawaban questioner tersebut,” kata Anung tanpa menyebut kabupaten dimaksud.
Wagub Jateng Rustriningsih dalam kesempatan membuka sidnag panelis tersebut mengatakan, dalam hal investasi PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) Provinsi Jateng menempati urutan ke-IV secara nasional. ”Perlu upaya peningkatan kinerja investasi di Jawa Tengah, melalui partisipasi daerah dalam mendukung investasi. Hal ini penting karena dengan investor yang masuk akan menggerakan ekonomi Jawa Tengah, dan pada akhirnya akan mampu mengurangi problem pengangguran,” kata Wagub Rustringsih.
Wagub Rustriningsih untuk menarik investor masuk ke Jateng, Pemprov bersama kabupaten/kota harus bisa menciptakan iklim kondusif dalam berinvestasi. Fasilitasi permasalahan investasi juga harus dapat tertangani dengan baik, dan perlu didukung oleh penyiapan sarana prasarana, kesiapan lahan, dukungan regulasi yang pro-investasi, dan perlunya promosi yang selaras antara pemerintah pusat, pemprov dan pemerintah kabupaten/kota.
”Dalam hal penciptaan iklim investasi yang kondusif, peran media sangat strategis ikut menentukan,” kata Wagub Rustrining sembari mencontohkan, pemberitaan dan penayangan presiden komisaris PT Holchim Indonesia yang menjadi korban bom JW Marriot di Jakarta, bisa mempengaruhi investasi.(banyumasnews.com/pyt)

Para Bupati menerima plakat Kabupaten Pro-Investasi

Para Bupati menerima plakat Kabupaten Pro-Investasi

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. wiryo saputro 21/11/2009 pukul 08:14 -

    banyak prestasi ditorehkan pak Bupati , semoga bisa diteruskan oleh generasi berikutnya ….

  2. wong banyumas 24/07/2009 pukul 21:22 -

    selamat untuk Purbalingga… lagi-2 menang dan berita positif selalu datang dari Purbalingga…

Leave A Response