Upaya Sumpiuh Menjadi Pusat Kuliner Serba Jamur

Ditulis 13 Sep 2017 - 15:31 oleh Banyumas1

Bu Rahma disun Bu.. Bu Rahma disun Bu!”.  Begitulah keriuhan warga Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meminta Ny Erna Hussein cipika-cipiki dengan Ny Rahmawati Kaslan, ketua KWT Mergo Tani, saat acara potong tumpeng peresmian pemakain 1 unit Rumah Jamur milik KWT (Kelompok Wanita Tani) Mergo Tani Kelurahan Kradenan, Sumpiuh, Kamis (07/09/2017) lalu.

Ny. Erna Hussein pun tak segan-segan “sun pipi kanan kiri” Ketua KWT teraktif di Kecamatan Sumpiuh itu. Sontak, para anggota kelompok tani se-kecamatan Sumpiuh, Muspika, para penyuluh pertanian dan para tokoh masyarakat yang menghadiri acara itu bertepuk  tangan riuh.

Sebelumnya, Rumah Jamur itu telah berdiri secara swadaya.  Berhubung kurang luas, maka dibongkar dan didirikan yang baru.

Untuk penyelesaian pembangunan Rumah Jamur itu,  KWT Mergo Tani mendapat dukungan dana 10 juta rupiah dari PSBI (Program Sosial Bank Indonesia) KPw (Kantor Perwakilan) BI Purwokerto tahun 2017.

“Rumah jamur ini saya dedikasikan kepada seluruh masyarakat Sumpiuh dan sekitarnya sebagai Pusat Pelatihan Budidaya Jamur. Bagi sekelompok masyarakat atau perorangan yang ingin bersama-sama belajar seluk-beluk budidaya jamur, silahkan datang ke sekertariat KWT Mergo Tani Jl Raya Sumpiuh-Kradenan, tepatnya timur SPBU Kradenan. Kami akan menerima dengan tangan terbuka dan senang hati,” kata Rahma, panggilan akrab Ketua KWT Mergo Tani.

Ny. Erna Hussein yang isteri Bupati Banyumas Achmad Husein, sangat bangga akan keberhasilan warga Sumpiuh budidayakan jamur sebagai upaya para wanita menambah penghasilan keluarga.

Kalau warga Tambak sukses menanamkan icon sebagai pusat kuliner masakan serba bebek (sate, gulai dan rica-rica bebek), ia berharap  masyarakat Sumpiuh juga sukses menanamkan icon sebagai pusat masakan serba jamur (keripik, sate, oseng-oseng jamur).

Ia mengharapkan pada KPw Bank Indonesia Purwokerto agar terus-menerus membina keberadaan KWT yang ada di 27 kecamatan se-Kabupaten Banyumas.

Sementara itu, Djoko Juniwarto selaku Kepala Unit Pengembangan Ekonomi KPw BI Purwokerto mengatakan, KWT Mergo Tani sukses mengembangkan budidaya jamur karena telah mengadakan studi banding ke pusat budidaya Jamur di Pesantren El Firdaus Tambak Sari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap. “Pesantren tersebut juga merupakan binaan KPw BI Purwokerto dalam program Pesantren Mandiri Ekonomi”, sambungnya.

Djoko menambahkan, sebelumnya para anggota KWT Mergo Tani membeli biang jamur pada pedagang. Kini, setelah mengadakan studi banding, mereka bisa membuat biang jamur sendiri. Selain itu, lewat berbagai teknik inovasi yang diperoleh lewat studi banding tersebut, kini mereka juga  telah bisa meningkatkan hasil produksinya.

Tak heran, jika ada anggota KWT yang telah bisa memiliki rumah jamur luas dan sangat representatif, sekaligus menjadi pengepul jamur beromzet 4 kwintal per hari, yang dikirim ke beberapa restauran jamur di luar kota. (BNC/Hari Widiyanto)

Foto atas: Ny Erna Hussein bersama Djoko Juniwarto dan Ny Rahma (HW)

Tentang Penulis

Leave A Response