Hari jadi Cilacap: Kirab Budaya, Gebyar PKL hingga Zona Kuliner

Ditulis 22 Mar 2010 - 20:53 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
65
Dalam Tag

Terobosan dalam memperingati hari jadi Kabupaten Cilacap yang ke 154 dibuat oleh Plt Bupati Tato Suwarto Pamuji. Pada tahun-tahun sebelumnya kirab budaya lebih menonjolkan pejabat / birokrat sebagai peserta pawai / kirab; dan masyarakat menjadi penonton iring-iringan pawai mereka dengan pakaian adat kebesaran serta kendaraan tradisional.

Tidak ada lagi pejabat naik kereta kencana. Rute pun diperpendek: start dari lapangan eks Kejaksaan di Jalan Ahmad Yani menuju alun-alun Cilacap. Dulu, selalu melewati jalan protokol dari Lapangan Gumilir hingga alun-alun.

Tahun ini kirab budaya lebih menonjolkan prestasi kelompok / komunitas yang ada di masyarakat dalam berbagai ajang lomba, dan performance berbagai macam seni dan budaya khas tiap kecamatan di Kabupaten Cilacap. Sebuah kebersahajaan yang ingin agar birokrat tidak berkesan dominant dalam kehidupan. “Pemerintah daerah adalah pelayan masyarakat, karena itu prestasi masyarakat lah yang harus ditampilkan, buka pembuat kebijakan” kata Tato berkaitan dengan perbedaan peringatan kali ini.

Terobosan yang dibuat seolah antitesa dari berbagai carut-marut kasus korupsi yang dilakukan pejabat-pejabat teras di lingkungan Pemkab Cilacap. Tato ingin low profile. Sayang di tengah kebersahajaan (sekalipun tidak berarti tidak meriah), ada kasus yang tak sedap: beredarnya foto mesum PNS di lingkungan Setda dengan karyawati sebuah bank.

Zona Kuliner

Salah satu yang juga baru dalam peringatan tahun ini adalah adanya Gebyar Pedagang Kaki Lima (PKL), yang akan diadakan Sabtu, 27 Maret 2009, di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Apakah ini terkait dengan rencana menjadikan jalan ini sebagai zona kuliner (culinary zone) di kota Cilacap?

Belum lama ini, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Cilacap, Yayah Sobriyah, mengatakan segera akan mewujudkan zona kuliner dengan mengakomodasi para PKL (pedagang kaki lima) yang memanfaatkan jalan raya depan lapangan eks Batalyon (Jalan Jenderal Sudirman).

“Zona kuliner ini rencananya mengambil lokasi di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya antara Jalan Katamso hingga Jalan S Parman depan lapangan eks Batalyon,” ujar Yayah baru-baru ini.

Pada tahap awal, zona kuliner ini hanya digelar pada setiap Sabtu malam dan Minggu malam serta hari libur. “Rencana mulai pukul 17.00 sampai 03.00. Kalau memang perkembangannya bagus, mungkin frekuensi bukanya bisa setiap hari, ” ujar dia.

Saat ini setidaknya ada 85 PKL yang sudah mendaftarkan diri untuk menjadi pedagang dalam kawasan tersebut. Dan dalam beberapa hari ke depan, pemkab akan melakukan seleksi. (BNC/ist/puh)

Salah satu prosesi kirab

Salah satu prosesi kirab

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Pramono AG 13/04/2010 pukul 13:10 -

    selamat hari jadi yang ke 154 kota ku tercinta, aku merasa bangga ada pemipin yang berpihak pada rakyatnya dengan cara mengarak (pawai) prestasinya semoga dikenudian hari lebih baik lagi dan lebih banyak prestasi lain tuk mewarnai jalan-jalan di seluruh wilayah cilacap. untuk pejabat yang sedang kena kasus korup saya doakan semaga anda segera diberikan kesadaran dan keiklasan untuk segera menghadapNYA anin, dan buar perhatian bagi pejabat yang lain!!!

Leave A Response