Genjot PAD Dari Pariwisata, Pemkab Tegal Perbaiki Infrastruktur ke Guci

Ditulis 24 Jul 2017 - 19:46 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, TEGAL – Destinasi wisata kabupaten Tegal menggeliat. Sejumlah objek wisata di kabupaten yang mempunyai dua topografi saling bertolak belakang ini makin terkenal. Karena itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Suharinto, semakin optimistis ke depannya destinasi wisata di kabupaten Tegal akan makin terus dibanjiri para pelancong.

Tak heran jika mantan camat Balapulang ini akan terus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) di objek wisata Guci dan objek wisata Purwahamba Indah (Purin) Suradadi, dua objek wisata andalan di kabupaten Tegal yang sudah tersohor.

Sarjana S1 dan S2 dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) ini memaparkan, dari target PAD Guci sebesar Rp 4,6 miliar pada 2017, saat ini sudah terealisasi 61 persen. Adapun target PAD Purin sebesar Rp 847 juta, kini sudah terealisasi sekitar 53 persen.

Curug Cantel Desa Sigedong Bumijawa Kabupaten Tegal yang mulai ramai dikunjungi wisatawan

Selain itu, pria kelahiran desa Bulakpacing ini juga akan mendongkrak target PAD dari objek wisata Waduk Cacaban, Wisata Jamu Kalibakung, Gedung Olahraga (GOR) Trisanja Slawi dan sejumlah obyek wisata alam. Belum dari PAD wisata sejarah dan religi serta wisata seni dan budaya.

”Saya optimistis tahun ini target PAD secara keseluruhan bisa tercapai bahkan melonjak berlipat kali,” ujar pejabat humoris ini tak bermaksud sesumbar.

Perbaikan Infrastruktur

Suharinto memastikan, pada 2018 mendatang tidak akan ada kemacetan lalu lintas lagi di jalur menuju obyek wisata Guci. Hal itu karena akan dilakukan pelebaran jalan dari pertigaan Yomani hingga Guci. Pelebaran jalan akan difokuskan di titik-titik rawan kemacetan. Misalnya, tikungan Bukit Siwuni dan Bukit Clirit Balapulang.

Selain itu, pihaknya juga sudah memastikan ada anggaran untuk perbaikan jalan Guci – Mentik Bumijawa dengan nilai anggaran sekitar Rp 5 miliar. Tahun ini menurutnya sudah mulai dikerjakan.

Suharinto, lulusan SMAN 1 Slawi, ini juga sudah memastikan anggaran untuk renovasi Pasar Guci sebesar Rp 5 miliar bakal turun. Pasar di obyek wisata pemandian air panas ini dipastikan akan tertata lebih rapi, bersih dan tetap berkesan tradisional namun dengan sistem managemen modern.

”Semua sarana dan prasarana (sarpras) akan diperbaiki tahun ini dan tahun depan. Termasuk Wahana Wisata Pancuran 13,” kata Suharinto.

Suharinto

Sejauh ini, Suharinto mengaku tidak terpengaruh dengan isu Pancuran 13 yang pengelolaannya bakal diambil alih oleh PSDA. Pada prinsipnya, lanjut Suharinto, selagi masih dikelola oleh Pemkab Tegal pihaknya akan tetap memaksimalkan lokasi tersebut. ”Kita tidak terpengaruh dengan isu itu. Kita bekerja semaksimal mungkin untuk peningkatan PAD,” tegasnya.

Suharinto juga sudah menganggarkan pengembangan destinasi-destinasi wisata di kabupaten Tegal lainnya sebesar 10 miliar rupiah. Setelah Guci, Purin pun akan tergarap, dan tahap selanjutnya ke objek wisata waduk Cacaban dan objek-objek wisata lainnya.

“Semua itu guna mempercepat pengembangan objek wisata di kabupaten Tegal menjadi objek wisata kelas dunia,” tutup anak keenam dari dua belas bersaudara asli wong Tegal itu. (BNC/kiriman citizen journalist Domery Alpacino)

Tentang Penulis

Leave A Response