Siswa dua SMK saling geruduk, 82 siswa digelandang ke Polres

BANJARNEGARA – Kemeriahan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Banjarnegara dinodai dengan aksi tak terpuji dari pelajar dua SMK di kota itu: SMK Cokroaminoto 2 dan SMK Panca Bakti. Ratusan pelajar kedua sekolah itu, Jum’at (19/03) terlibat saling berbalas menggeruduk, dan nyaris terjadi tawuran dan bentrok, kalau saja aparat Polres Banjarnegara tidak cepat turun tangan mengamankan siswa dari kedua SMK itu. Demi mencegah tawuran, sejumlah 82 pelajar dari dua sekolahan tersebut akhirnya digelandang ke Mapolres untuk diberi pembinaan.

Kontributor BanyumasNews.com di Banjarnegara, melaporkan awal mula pemicu sebenarnya hal yang sepele. Pelajar kedua sekolah itu sedang memberi support kepada tim masing-masing yang tengah bertanding bola voli di Alun-alun Banjarnegara. Karena tersinggung akibat saling ejek, ratusan pelajar SMK Cokroaminoto 2 menggeruduk SMK Panca Bakti.

Mereka menggunakan sepeda motor secara konvoi dengan menggeber-geber gas sehingga membuat bising serta mengeluarkan provokasi. Para guru SMK Panca Bakti pun melarang anak didik mereka keluar lingkungan sekolah, demi menghindari hal yang lebih buruk. Pelajar SMK Cokor 2 bubar setelah polisi dari Polsek Banjarnegara menghalau mereka.

Merasa tidak terima dan tersinggung dengan ulah pelajar SMK Cokro 2, selepas pulang sekolah siswa SMK Panca Bhakti berbalik melakukan aksi balas menggeruduk SMK Cokro 2 di Keluragan Semampir. Para siswa SMK Panca Bakti yang sudah terbakar emosi semakin brutal dengan melempar bambu dan batu ke bangunan SMK Cokroaminoto.

Polisi cepat turun tangan dengan mengamankan sebanyak 82 siswa dari kedua SMK, yakni 62 siswa SMK Cokroaminoto dan 20 siswa Panca Bakti. Pihak sekolah pun dipanggil untuk mencegah permusuhan berlanjut.

Kapolres Banjarnegara AKBP Nelson Pardamean Purba mengatakan, para pelajar yang tertangkap ini langsung dilakukan pendataan dan pembinaan. Mereka dikumpulkan di halaman Mapolres Banjarnegara, dan dilakukan sidik jari hingga pemotretan oleh tim identifikasi Polres Banjarnegara. Untuk menghidari bentrokan antar dua SMK itu, akhirnya dua SMK itu menyatakan mundur dari ajang Popda. (BNC/ist/yat)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.