Melatih Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM)

Ditulis 18 Jul 2017 - 00:30 oleh Banyumas1

Dosen Unsoed Purwokerto melakukan pelatihan bagaimana mendeteksi secara dini Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada Masyarakat di Purwokerto. Berikut laporannya yang ditulis oleh Ir. Alief Einstein, M.Hum, Humas Program Pascasarjana Unsoed.

Kesehatan merupakan hal paling penting dalam hidup, karena itu banyak orang melakukan berbagai cara untuk menjaga dan merawat kesehatannya. Biaya pengobatan dan perawatan penyakit semakin hari semakin meningkat, sehingga memerlukan strategi khusus baik secara individu maupun skala nasional.

Biaya penanganan penyakit tersebut dapat dikurangi dengan cara deteksi penyakit sedini mungkin. Banyak penderita yang harus mengeluarkan biaya banyak atau bahkan tidak tertolong karena terlambat mengetahui penyakitnya, sehingga sudah terlalu parah dan sulit untuk ditangani. Hal ini menunjukkan bahwa deteksi dini suatu penyakit, khususnya penyakit tidak menular (PTM) sangat penting.

Tim Dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, mengajak dan melatih masyarakat Purwokerto untuk melakukan Deteksi Dini Penyakit. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 9 Juli 2017 di Kelurahan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, oleh Tim Dosen Unsoed yang diketuai oleh Mekar Dwi Anggraeni, S.Kep, Ns, M.Kep, PhD. dengan anggota Amin Fatoni, Ph.D dan Dr. Warsinah.

Pelatihan deteksi dini penyakit tidak menular oleh Tim Dosen Unsoed kepada anggota Posyandu Lansia

Pelatihan ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan Pembentukan Posyandu Lansia yang disponsori oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui program Iptek Bagi Masyarakat (IbM). Pelatihan deteksi dini penyakit dilakukan terhadap Kader Kesehatan Posyandu Lansia. Selanjutnya Kader langsung mempraktekkan terhadap masyarakat di bawah bimbingan dari Tim Dosen Unsoed.

Pelatihan deteksi dini tersebut antara lain pengujian kadar glukosa, kadar kolesterol, dan kadar asam urat. Pengujian kadar glukosa merupakan cara deteksi dini penyakit diabetes mellitus, yaitu penyakit penyebab kematian ke-6 (enam) di dunia.

Kadar gula darah normal dalam tubuh puasa berkisar 70 – 130 mg/dL. Hasil pengujian ke masyarakat oleh Kader Kesehatan Posyandu Lansia di lokasi kegiatan pengabdian masyarakat menemukan beberapa beberapa warga yang kadar gukosa darah puasa mendekati 200 mg/dL. Tim Dosen Unsoed memberikan saran kepada warga tersebut untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula, nasi, terasa manis, dibuat dari tepung, dan lain-lain, meskipun yang bersangkutan belum mengalami gejala-gejala seperti penderita diabetes melitus.

Pengujian berikutnya adalah kadar asam urat. Asam urat normal pria dewasa berkisar 2 – 7,5 mg/dL sedangkan wanita dewasa berkisar 2 – 6,5 mg/dL. Kejadian kadar asam urat terlalu tinggi (hiperurisemia) atau yang secara umum orang menyebut penyakit asam urat (gout arthritis) di Indonesia cukup tinggi, sekitar 11,9%.

Hasil deteksi dini di masyarakat juga menemukan beberapa orang dengan kadar asam urat sedikit lebih tinggi daripada batas normalnya sehingga diberi saran untuk mengurangi makanan yang mengandung banyak purin seperti sarden, kangkung, jeroan dan bayam.

Masalah kadar kolesterol tinggi juga menjadi konsen Tim Dosen Unsoed, sehingga penjelasan dan pelatihan uji kolesterol darah juga dilakukan. Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan resiko penyakit stroke dan serangan jantung.

Kadar normal kolesterol total adalah < 200 mg/dL, dan kadar pada rentang 200-239 mg/dL ada pada taraf “hati-hati” dan kadar kolesterol total > 240 mg/dL perlu mendapatkan perhatian khusus.

Pengujian kadar kolesterol di masyarakat oleh Tim Posyandu Lansia yang dibina, juga mendapatkan beberapa orang dengan kadar kolesterol >240 mg/dL. Bagi Lansia yang kadar kolesterolnya sudah hati-hati atau tinggi diberi beberapa saran seperti mengurangi makan-makanan dengan kolesterol tinggi (kuning telor, jeroan, otak, kulit, dan sea food), menambah konsumsi sayur-sayuran dan rutin berolah raga.

Kagiatan pembinaan bagi posyandu lansia dalam deteksi dini penyakit ini diharapkan dapat dilakukan berkesinambungan dengan melakukan beberapa kali pelatihan dan pendampingan di Posyandu Lansia tersebut. Tim Dosen Unsoed juga memberikan saran terhadap Kader Posyandu agar kegiatan Posyandu Lansia berkesinambungan, misalnya swadaya masyarakat untuk uji glukosa, asam urat maupun kolesterol.

Semoga kegiatan ini secara khusus dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), sehingga secara umum menurunkan biaya pengobatan, karena dapat dilakukan tindakan pencegahan jika rambu-rambu suatu penyakit sudah mendekati batas atas. (*)

Tentang Penulis

Leave A Response