Definisi dan Konsep Dasar Manembah

Ditulis 15 Jul 2017 - 09:38 oleh Banyumas1

Apa itu Menembah? Berikut ini pengertian atau definisi Manembah menurut pegiat Manembah Ir Setiawan Budhiarto, yang akrab disapa Mas Iwan, dan ada pula yang memanggil Mbah Iwan.

Manembah adalah selalu sadar diri dengan yakin ikhlas, sabar, syukur, bahwa kita nggak bisa apa-apa, nggak punya apa-apa, nggak kuasa apa-apa. Yang bisa, yang punya dan yang kuasa hanya Tuhan/Gusti Allah.

Jadi kalau mau ‘ngapa-ngapain’ (menggunakan titipan-Nya baik dalam diri maupun di luar diri) termasuk dalam menjalankan syari’at, tareqat, hakikat, makrifat, juga urusan keluarga, bisnis, jabatan, dll harus dengan petunjuk-petunjuk-Nya, sambil menjalankan petunjuk-petunjuNya, sambil dzikrullah (mengingat-Nya/menyebut nama-nama-Nya/mengagungkan-Nya dengan petunjuk-petunjuk-Nya).

Petunjuk-Nya kita dengar lewat nurani/hati/qalbu, seperti kata hati kita sendiri.

Dzikirannya harus dengan petunjuk-petunjuk-Nya baik bacaannya maupun jumlah dzikirannya.

Atau definisi mudahnya dengan manembah kita bisa connect dengan hati nurani kapan saja, dimana saja dengan siapa saja, sehingga kalau ada apa-apa nggak bingung lagi, tinggal ‘nanya’ Beliau lewat Nurani..

Untuk menjaga koneksitas tersebut  adalah dzikrullah dengan petunjuk-Nya… hati jangan dibiarkan kosong….. harus terus untuk komunikasi…. Karena inti hidup adalah keakraban dengan-Nya…

Ciri akrab adalah : tidak nanya sudah dikasih petunjuk langsung lewat nurani… sudah seiring seirama dengan-Nya

Proses manembah awal adalah dibuka nuraninya agar bisa mendengar petunjuk-petunjuk-Nya, tanpa ritual khusus, gratis dan tidak melanggar syari’at Islam (al Qur’an dan Hadits).
Proses tersebut +/- 2 – 3 jam.

Konsep dasar manembah
Bagaimana merubah kebiasaan hidup, yang tadinya apa-apa sendiri, pola hafalan dirubah dengan pola menggunakan dawuh dalam melihat, mendengar, berpikir/memahami, bicara, bergerak… Sehingga tujuan hidup yang sejati yakni KETEMU dengan-Nya selalu tercapai.. Sehingga setiap keadaan adalah bagian ketemu dengan-Nya.. bagian mengakrabi-Nya.

Konsep dasar itu adalah:
1. Apa-apa mohon petunjuk-petunjuk-Nya lewat nurani
2. Menjalankan petunjuk-petunjuk-Nya dengan dzikrullah atas petunjuk-Nya juga, baik bacaan maupun jumlah bacaannya
3. Sambil bergerak evaluasi dan mencermati dengan dawuh/petunjuk juga
4. Targetnya segera akrab dengan-Nya
5. Ciri akrab : tidak perlu tanya sudah dikasih dawuh..
6. Jika ada pemahaman apapun atau ditunjukkan gambaran apapun harus di cross check dengan dawuh
7. Segera manembahkan istri/suami, anak-anak, pembantu dan orang yang serumah, orang tua dan mertua
8. Segera manembahkan : team kerja, rekan dekat, relasi kerja

Manfaatnya :
1. Kenyamanan / ketenangan akan mudah tercapai
2. Dalam nyaman/tenang tersebut akan mudah mendapatkan jalan keluar/ide/pencerahan dll
3. Kemudahan dalam ber-bervertikal (beribadah) dan ber-horizontal (hablum minannas)
4. Dibuka rejeki dari arah yang tidak di sangka-sangka dan dicukupkan
5. Lebih akrab dengan-Nya otomatis dimudahkan dengan segala ciptaan dan pengaturan-Nya
6. Akan mendapatkan ilmu laduni (ilmu yang langsung diberikan oleh-Nya). (*)

Mas Iwan (memakai blankon) searah jarum jam: bersama Cak Nun, Habib Luthfi, Gus Mus dan Gus Nuril (foto FB)

Redaksi:
Anda yang tertarik dengan Manembah ini bisa ikut majelisan yang diadakan di berbagai kota, sehingga bisa berkomunikasi langsung dengan Mas Iwan. Jadwal majelisan Manembah sebisa mungkin akan kami up date lewat web ini.  Atau jika ingin mengetahui lebih jauh / dalam tentang Manembah bisa bertanya via email redaksi@banyumasnews.com atau meninggalkan komentar di bawah ini. Pertanyaan akan dijawab oleh Mas Iwan sendiri dengan mediasi redaksi BanyumasNews.com.  (*)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Sahara 21/07/2017 pukul 08:53 -

    Ini keren banget, ilmu sejati namanya.

Leave A Response