GO-JEK Satria Purwokerto Berhenti Beroperasi

Ditulis 14 Jul 2017 - 06:37 oleh Banyumas1

Gojek Purwokerto

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Baru beberapa hari beroperasi dan mendapat reaksi kontra, jasa transportasi berbasis online Go-Jek Purwokerto, akhirnya memutuskan untuk berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Hal itu terungkap dari status laman resmi facebook Go-Jek Satria Purwokerto Kamis malam (13/07/2017) pukul 23.09 WIB.

“Operasional GO-JEK Satria Purwokerto Berhenti Sementara. We Will Back Soon..”, bunyi pernyataan itu disertai tulisan backdrop HIATUS.

Kata hiatus sendiri menunjuk pada pengertian suatu keadaan dimana ‘sesuatu’ akan diberhentikan atau ditunda sementara dengan beberapa alasan tertentu.

Alasan pemberhentian menurut versi Ikhsan Sansiro, Ketua Paguyuban Go-Jek Satria Purwokerto, adalah karena server kurang stabil. “Kami sudah operasional beberapa hari pak. Mungkin cuma karena launching berbarengan dengan beberapa kota… jadi server kurang stabil. Mohon maaf dengan ketidaknyamanannya. Terima kasih”, kata Ikhsan di laman facebook itu.

Pemberhentian operasional Go-Jek Purwokerto itu lantas dikeluhkan oleh netizen. Warga menanggapi pemberhentian itu dengan mengatakan ‘ndeso’, tidak memberi peluang kerja, dan tidak mendukung kemajuan. Keluhan itu bisa dibaca pada screenshoot ini:

Berhentinya operasional Go-Jek Purwokerto sepertinya tidak terlepas dari reaksi Bupati atas launching transportasi berbasis online itu, yang menanggapi penolakan dari pelaku usaha transportasi konvensional.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Banyumas Achmad Husain berencana merancang transportasi berbasis online yang akan menggandeng seluruh masyarakat yang berprofesi sebagai tukang ojek, sopir angkot, dan jasa transportasi umum dengan nama JekNyong atau ojeke nyong, yang disebutnya untuk menolong transportasi konvensional agar dapat menyesuaikan diri aplikasi berbasis online.

“Jeknyong adalah transisi atau peralihan sebelum liberalisasi online, untuk menolong yang konvensional supaya mau gabung dan tidak tertinggal. Kalau yang konvensional sudah menyesuaikan diri, silahkan online apapun masuk Banyumas,” kata Bupati Banyumas dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (13/7/2017).

Dia menilai dengan masuknya ojek online (Gojek) di Kabupaten Banyumas dianggap dapat menimbulkan konflik horizontal antara angkutan berbasis online dengan angkutan konvensional jika tidak segera dicegah. (BNC/puh)

Tentang Penulis

Leave A Response