Himpaudi Purbalingga Gelar Diklat Berjenjang PTK PAUD | Biaya Digratiskan Bupati

Ditulis 11 Jul 2017 - 20:11 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Himpaudi) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Berjenjang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Diklat berjenjang PTK PAUD berlangsung enam hari dari tanggal 9 – 14 Juli 2017, bertempat di SMK Negeri Bojongsari dan di Balai Desa Bojongsari.

Ketua Pengurus Daerah Himpaudi Purbalingga, Tohar, mengatakan Diklat berjenjang dilaksanakan dengan dua tingkatan yakni tingkat dasar juga tingkat lanjutan. “Peserta yang mengikuti Diklat Berjenjang PTK PAUD sebanyak 322 orang yang terbagi ke dalam dua tingkatan, tingkat lanjut berjumlah 213 guru dan tingkat dasar berjumlah 119 guru”, katanya.

Narasumber diklat berjenjang berasal dari Direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga.

Tohar menuturkan untuk biaya Diklat Berjenjang peserta tidak dibebankan biaya apapun pendaftaran diklat. Biaya pendaftaran dan biaya selama mengikuti diklat sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga seperti yang disampaikan Bupati Purbalingga Tasdi.

“Karena Pemkab akan menggantikan biaya diklat berjenjang ini, maka bagi peserta yang sudah membayar nanti uangnya akan dikembalikan kembali kepada para peserta,” ungkapnya.

Peserta Diklat Himpaudi

Di sisi lain Tohar menyampaikan agar Pemerintah Desa (Pemdes) ikut serta menganggarkan dana desa untuk keberlangsungan PAUD yang tersebar di seluruh Kabupaten Purbalingga. Tohar berharap ke depan semua desa dapat menganggarkan untuk PAUD baik untuk kesejahteraan pendidiknya, tenaga kependidikannya, kompetensi gurunya maupun sarana dan prasarana penunjang PAUD.

Biaya Digratiskan Bupati

Sementara itu Bupati Purbalingga Tasdi menjanjikan uang pembayaran Pendidikan dan Latihan (Diklat) Berjenjang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dikembalikan kepada peserta diklat. Hal ini dilakukan terkait Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus ditingkatkan kemampuannya tanpa membebani khususnya para peserta diklat berjenjang.

“Masalah SDM, saya ingin para guru PAUD dapat mengikuti diklat berjenjang dan untuk biaya diklatnya saya akan ganti,” kata Tasdi saat ditemui di Pendopo Dipokusumo, Selasa (11/7/2017).

Peserta Diklat Himpaudi Purbalingga

Selain menggantikan biaya diklat berjenjang, Tasdi juga menjanjikan akan menaikkan honor guru PAUD di Purbalingga yang jumlahnya 1749 guru PAUD. Namun sayangnya, dari keseluruhan guru PAUD yang tersebar di Purbalingga ada 369 orang yang belum menerima honor dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purbalingga. (BNC/kominfo-pbg)

Tentang Penulis

Leave A Response