Penumpang KA DAOP 5 Naik 15 % Selama Angkutan Lebaran 2017

Ditulis 11 Jul 2017 - 12:08 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Selama masa angkutan lebaran (H1-10 sd H2+10) atau selama 22 hari berlangsung, kereta api telah mengangkut sebanyak 318.380 penumpang yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 5 menuju ke Daop lain, sedangkan untuk kedatangan dari Daop lain menuju Daop 5 Purwokerto sebanyak 384.198 penumpang, atau total berjumlah 702.578 penumpang.

Jika dibandingkan dengan data tahun 2016 pada masa angkutan lebaran yang sama, hanya berjumlah 609.400 penumpang, artinya ada kenaikan sekitar 15% pada masa angkutan lebaran 2017.

Manajer Komunikasi PT KAI (Persero) Daop 5 Purwokerto,  Ixfan Hendriwintoko menyampaikan hal tersebut Minggu (10/07/2017).

Dari data okupansi penumpang selama masa angkutan lebaran 2017, lanjutnya, menunjukan bahwa okupansi tertinggi arus mudik tercatat pada tanggal 24 Juni 2017 (H1-1) yaitu 23.632 penumpang, kemudian pada arus balik okupansi tertinggi tercatat pada tanggal 28 Juni 2017 (H2+2) yaitu 22.701 penumpang.

Secara perhitungan rata-rata per hari Daop 5 melayani sebanyak 31 ribuan penumpang. “Angka okupansi pelayanan penumpang tertinggi dari ke 13 stasiun tersebut adalah stasiun Purwokerto dengan okupansi 222.608 penumpang, berikutnya Stasiun Kutoarjo 199.184, kemudian diikuti 11 stasiun lainya dengan rata2 kenaikan diatas 10% dari tahun 2016”, katanya.

Dengan meningkatnya okupansi setiap tahunnya pada masa lebaran yang sama, menunjukan trend positif orang berpergian menggunakan transportasi kereta api. Pada lebaran tahun ini PT KAI dalam meningkatkan kuantitas pelayanannya hingga menjalankan KA tambahan sampai dua tahap, yang kedua-duanya saat diumumkan penjualanya langsung terjual habis.

“Khusus KA tambahan tahap kedua kereta yang di jalankan adalah kereta terbaru kelas ekonomi premium”, ujar Ixfan.

Dalam pelaksanaan masa angkutan lebaran semua opersional KA berjalan sesuai Rencana Operasi (RENOP). “Dan kami menyatakan bahwa pelayanan lebaran yang telah kami laksanakan SUKSES tanpa adanya zero accident, kelambatan memang ada karena frekuensi KA cukup tinggi khususnya di jalur antara Purwokerto-Kroya dan Kroya-Kutoarjo masih single trak (jalur tunggal)”, tambahnya.

Trek tunggal tersebut mengakibatkan terjadinya antrian dan harus menunggu bersilang.  “Ssemoga ke depan pembangunan jalur ganda yang dibangun oleh Kemenhub dalam hal ini Dirjenka, pada lintas-lintas tunggal tersebut segera terselesaikan,  sehingga operasional KA saat momen-momen penambahan perjalanan akan lebih lancar dan aman, karena sudah tidak ada lagi persilangan”, pungkasnya. (BNC/NAN)

Tentang Penulis

Leave A Response