Belum ada regulasi mini market di Kebumen

Ditulis 17 Mar 2010 - 12:15 oleh Banyumas1

KEBUMEN – Pedagang kecil di pedesaan makin terdesak. Ini menyusul makin menjamurnya mini market. Termasuk di Kebumen, dimana hal ini  menjadi permasalahan tersendiri, apalagi saat ini mini market telah merambah ke wilayah pedesaan dengan mudahnya. Berdasarkan data Kantor Perijinan Terpadu Kabupaten Kebumen, saat ini terdapat 34 mini market (Indomaret dan Alfamart) se Kabupaten Kebumen.

Menanggapi permasalahan itu,  Kasi Pelayanan Perijinan Kantor Perijinan Terpadu Lies Dewi Kusumaningrum,SH mengatakan hingga saat ini belum ada aturan atau regulasi yang bisa membatasi jumlah mini market ataupun pasar modern di Kebumen. Karenanya, pihaknya tidak mempunyai dasar hukum yang kuat untuk melarang ijin pendirian swalayan atau pasar modern.

Ijin pendirian mini market akan diberikan selama memenuhi 2 pesyaratan perijinan. Yaitu Ijin Mendirikan Bangunan (IMB ) dan Ijin Gangguan. Berdasarkan Perda No 4 Tahun 2006 yang mengatur ijin gangguan, pendirian mini market diperbolehkan, selama ada persetujuan dari tetangga atau masyarakat di sekelilingnya.

Terkait mekanisme dikeluarkannya sebuah perijinan, setelah mendapatkan ijin dari warga setempat yang dikuatkan dengan persetujuan di tingkat Desa dan Kecamatan, permohonan perijinan dilanjutkan ke Kantor Perijinan.

Selanjutnya ditindaklanjuti dengan survei oleh tim terpadu yang terdiri dari Bagian Hukum, Dinas Perindagkop, Kantor Lingkungan Hidup, Kantor Perijinan, serta Muspika setempat. Survei tersebut dilakukan untuk cross check kondisi di lapangan, apakah betul-betul telah memenuhi berbagai persyaratan yang ada, baik dari sisi hukum, lingkungan maupun penerimaan masyarakat sekitar. Dari hasil survei tersebut, akan menjadi pertimbangan pemberian ijin. (BNC/puh/hum/nn)

Tentang Penulis

Leave A Response