Jembatan KA berkaki “pengantin”

Ditulis 23 Jul 2009 - 22:09 oleh Sista BNC

Anda mungkin sering berpergian ke Jakarta dengan kereta api, baik dari Purwokerto, Kroya, Cilacap, Kebumen atau Jogja/Solo. Pada sepanjang perjalanan ke Jakarta melalui rute Purwokerto-Cirebon kita melewati banyak jembatan. Ya, terutama jalur Purwokerto-Prupuk karena daerah berbukit dan bertebing, dan banyak sungai yang bermata air di kaki Gunung Slamet.
12 di antara 22 tiang
Karena berada di dalam gerbong, tentulah kita tidak pernah terpikir seperti apa jembatan-jembatan yang dilewati kereta api tersebut. Kalaupun terpikir, pastilah gambaran jembatan kereta api adalah berupa bangunan tiang-tiang batu beton yang berjajar menyangga rel KA di atasnya. Begitulah kebanyakan jembatan KA.
Tapi ada satu jembatan yang sangat unik, lain daripada yang lain. Bahkan mungkin hanya satu di dunia! Bagi peminat bangunan sipil jembatan mestinya jembatan ini menarik untuk kajian. Keunikan pertama adalah tiang penyangga yang berupa beton cor-coran berbentuk seperti tangga tegak. Keunikan kedua, adanya jembatan kayu di bawah beton yang menyangga lintasan rel KA, yang digunakan untuk lewat orang, terbuat dari kayu. Ketiga, adanya dua tiang yang menempel satu sama lain, berjarak sekitar 20 cm (dari atas ke bawah), yang disebut penduduk sekitar sebagai ’saka pengantin’ (mungkin karena berdiri berjajar).
Jembatan ini dinamakan Jembatan Kali Belang, merujuk pada nama sungai kecil yang dilewati yaitu Kali Belang. Masyarakat sekitar menyebutnya brug kali Belang. Berada pada Km 3 dari Stasiun Bumiayu arah stasiun Linggapura/Prupuk, tepatnya di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, jembatan ini merupakan salah satu jembatan monumental peninggalan Belanda.
Jumlah tiang 24, dimana tiang ke-12 dan ke-13 berjejer tidak menempel dengan jarak sekitar 20 cm. Jadi secara struktur beton, jembatan ini tidak ”nyambung”. Mungkin karena jaraknya yang panjang hingga lebih dari 100 meter, sehingga untuk menghindari risiko guncangan dan tekanan angin, juga gempa, jembatan ini dibuat ’terpisah’. Yang ”menyambung” jembatan ini adalah rel KA.

Jembatan kayu
Mengapa ada jembatan kayu di bawahnya? Jembatan kayu yang digunakan untuk mowot (menyeberang) penduduk sekitar kalau hendak pergi ke ladang atau berkunjung ke dusun lain ini dibangun belakangan (ada yang mengatakan tahun 1927).
Pemerintah kolonial Belanda merasa perlu membangun powotan ini karena kalau ada orang menyeberang melalui lintasan KA tentu berisiko, sekalipun ada dam (pos) pemberhentian untuk orang yang lewat di atas rel.
Sampai sekarang powotan yang terbuat dari kayu ini masih difungsikan, hanya saja ada beberapa bagian pegangan yang sudah keropos.
Menilik kokohnya bangunan hingga saat ini, bisa dipastikan pembangunan ini memerlukan perencanaan yang sangat serius, pemilihan bahan prima, dan akhirnya menjadi salah satu karya bangunan sipil berkualitas era penjajahan yang bisa disaksikan hingga saat ini.
Lantas mengapa mengapa jembatan yang dibangun saat Indonesia sudah merdeka banyak yang gampang runtuh atau putus? Wallahu’alam …. (banyumasnews.com/phd)

Rel yang melintas di atas jembatan.
Rel yang melintas di atas jembatan.
Pegangan powotan yang mulai lapuk.
Pegangan powotan yang mulai lapuk.
'Powotan' kayu di bawah rel kereta.
‘Powotan’ kayu di bawah rel kereta.
Pemandangan yang indah terlihat dari atas jembatan.
Pemandangan yang indah terlihat dari atas jembatan.
Tampak dari kejauhan. Ada 2 orang sedang menyeberang.
Tampak dari kejauhan. Ada 2 orang sedang menyeberang.
'balok-2 tangga' menyangga rel KA
Balok-balok tangga menyangga rel KA.
Dua belas dari 22 tiang.
Dua belas dari 22 tiang.
Tampak tiang yang "lebih besar", yang sebenarnya adalah dua tiang berjejer tidak menempel berjarak sekitar 20 cm.
Tampak tiang yang “lebih besar”, yang sebenarnya adalah dua tiang berjejer tidak menempel berjarak sekitar 20 cm.
Tiang-tiang berbentuk tangga.
Tiang-tiang berbentuk tangga.
Separuh bagian panjang jembatan di bagian selatan bukit yang menggunduk melintang di bawah jembatan.
Separuh bagian panjang jembatan di bagian selatan bukit yang menggunduk melintang di bawah jembatan.
Separuh bagian panjang jembatan di bagian utara bukit yang menggunduk melintang di bawah jembatan.
Separuh bagian panjang jembatan di bagian utara bukit yang menggunduk melintang di bawah jembatan.
Sungainya hanya kecil, Sungai Belang.
Sungainya hanya kecil, Sungai Belang.
Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. oktylutvia 03/06/2014 pukul 13:38 -

    desaku tercinta galuhtimur….klo di desa saya tu dinamain jembatan cinta

  2. Alexis 07/02/2012 pukul 14:07 -

    ya mnkiugn menurt yang copas bagus mbaktapi ya seharuse etika ngeblog di jaga kan mbak ‘misal di sebutin drmana sumbernya gt

  3. dedy vh 15/09/2010 pukul 14:31 -

    jembatan yang sangat khas dan memang mungkin hanya satu satunya di dunia kalau di lihat dari bentuknya yang unik.saya pernah menyebrangi jembatan ini baik yang di atas ataupun yang di bawah ( buat orang ) namun tidak di anjurkan bagi yang takut akan ketinggian.kira kira tinggi jembatan ini dari atas tanah 30 – 35 m lah. tadinya saya juga tidak menyangka jika ada jembatan khusus orang yang sering di gunakan warga sekitar. saya tahunya ketika saya berjalan di bagian atas yang buat kereta api. ko saya seperti mendengar suara kayu yang beradu, suara kayau beradu akan terdengar jika ada orang yang berjalan atau menggunakan sepeda di karenakan kendornya paku paku yang mengikat bantalan kayu tadi.mungkin karena usianya yang sudah cukup tua .pas di ujung saya turun ke bawah ternyata benar ada jembatan orangnya lalu saya coba juga untuk meyebranginya namun memang perlu hati hati walaupun ada pengaman dikedua sisinya namun kadang ada juga bantalan bantalan kayunya yang kropos dan bolong bolong.

  4. johan 12/11/2009 pukul 23:48 -

    neng ndi sih jembatane?

  5. PHD 25/10/2009 pukul 05:31 -

    Untuk Nanang: Jembatan ini beda dengan saka libels. lebih khas bangunannya. jembatan Kalibelang ini terletak antara stasiun Bumiayu dan Linggapura, tepatnya di desa Galuhtimur Kec Tonjong. Kalau mau ke sana dengan kendaraan, dari Bumiayu ke utara (arah Lingga pura), kemudian sampai Kaligadung belok kiri menunju Galuhtimur (+/- 6 km). Motor/mobil bisa parkir tidak jauh dari jembatan (50 m). tks

  6. handy 24/10/2009 pukul 13:14 -

    kerend-kered=nd fotonya

  7. nanang 24/10/2009 pukul 09:03 -

    kalo sama jembatan saka libels sama ga apa tempatnya lain
    coba kalo sekarang ada proyek pembangunan kaya gitu
    kira-kira bakal jadi apa ga ya soalnya do indonesia masih terlalu banyak tukang sunat (korupsi)

  8. oktaviani puspita dewi 05/10/2009 pukul 20:39 -

    duh buat orang pcrn bgs tuh.
    he

  9. psuat promosi gratis 05/10/2009 pukul 19:05 -

    Foto2nya bagus mas. Apalagi pemandangan dari atas jembatan. Adem tenann….

  10. Mr Banyumas 22/08/2009 pukul 13:55 -

    Menurut kami, itu disebabkan yang dibuat adalah adalah jembatan KA yang harus relatif tidak naik-turun. Alternatif lain tentunya harus menguruk jurang/lembah sungai agar kereta api bisa lancar melintas di sana, tetapi itu tentunya sangat tidak efektif dan memakan biaya yang sangat mahal. Jadilah dibuat jembatan seperti itu.

  11. Adi Arcier 22/08/2009 pukul 13:02 -

    Nah Ini looo………
    bangunan yang harus dijaga keasliannya

    tapi kalo kalinya kecil kenapa buat jembatannya segede gitu????

  12. kakiusil 28/07/2009 pukul 14:42 -

    klo menurut saya selang 20 cm itu adalah jarak muai. jadi itu adalah jarak toleransi muai bahan dari jembatan itu. jadi ketika suatu saat ada penambahan panjang akibat fenomena alam, atau terjadi pergeseran akibat tekanan muatan gak mengakibatkan jembatan melengkung.
    klo gak dikasih jarak muai, hasilnya kalo benar2 terjadi perubahan struktur, maka jembatan akan berbentuk seperti bisul. dimana ada benjoaln ditengah2 jembatan. klo itu sampe terjadi kereta yang lewat bisa terjun bebas dunks..

  13. hamidin krazan 27/07/2009 pukul 16:48 -

    asyik mas, aku jadi pengin mlaku mlaku maring ngeneh, apdahal saben Sabtu kanyong lewati Tonjong…. Merdeka …

  14. Budi 25/07/2009 pukul 13:36 -

    uapikkk tenannn, lanjutkan dgn foto & gambar yg lain dong

  15. mas_e 23/07/2009 pukul 22:27 -

    mantap mas,klo skrang da proyek da korupsi.makanya umurnya g pnjang.
    he he he he he

Leave A Response