Makanan Mengandung Zat Pewarna Pakaian Kembali Ditemukan | Dari Klanthing Hingga Jipang

Ditulis 21 Jun 2017 - 21:04 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Peredaran makanan yang mengandung zat pewarna pakaian atau tekstil masih berlangusng di pasar-pasar dan toko-toko. Terbukti dari temuan tim pengawas makanan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga.

Makanan ini ditemukan di Toko Sidodadi, toko grosir makanan di Jalan Raya Purbalingga – Bobotsari, tepatnya di Desa Gembong, Kecamatan Bojongsari.

Penemuan ini menambah daftar hitam bagi Kabupaten Purbalingga, karena peredaran makanan di masyarakat belum sepenuhnya bebas dari bahan berbahaya. Peredaran makanan berformalin dan makanan mengandung zat kimia berbahaya lainnya hampir menyeluruh di semua pasar di wilayah Purbalingga.

Hal tersebut terlihat dari hasil pantauan Tim pengawas makanan, yang dimulai pada Selasa (6/6/2017) lalu hingga sampai Rabu (14/6/2017).

Petugas menunjukkan satu bal makanan mengandung pewarna pakaian

Salah satu makanan snack yang mengandung bahan pewarna pakaikan

Kuping gajah diduga mengandung bahan zat pewarna pakaian

Melihat hasil temuan itu, tim pengawas makanan Sekretaris Dinkes Umar Fauzi mengatakan l, akan segera malakukan koordinasi dengan penyidik kepolisian guna melakukan penyitaan barang-barang tersebut. Kemudian Dinkes akan membuat berita acara penyitaan barang-barang dimaksud dan nantinya akan dimusnahkan oleh kepolisian.

“Langkah antisipasi ini kita lakukan terkait dengan peningkatan konsumsi masyarakat menjelang lebaran. Terutama bahan-bahan kudapan untuk suguhan bagi masyarakat di wilayah pedesaan,” kata Umar saat melakukan pengawasan makanan, Rabu (21/6?2017).

Umar menambahkan, selain melakukan antisipasi juga menjaga keamanan pangan, sehingga masyarakat mengkonsumsi makanan sehat yang tidak berbahaya bagi tubuh. Akumulasi bahan-bahan seperti formalin dan zat pewarna di dalam tubuh akan beresiko menimbulkan kanker serta gagalnya fungsi ginjal.

Sementara itu pemilik Toko Sidodadi Pujo Prayitno (51 th) mengatakan, bahan makanan yang mengandung zat pewarna berasal dari Brebes dan Banjar Patoman. Stok dalam satu minggu mencapai 500 ball yang bisa habis pula dalam satu minggu saat menjelang lebaran ini.

Ketidaktahuan Pujo tentang makanan yang dijualnya itu berbahaya, dikarenakan produsen melengkapi surat halal dari MUI dan ada Nomor PIRT-nya.

“Setelah mengetahui kaya gini, saya tidak akan jualan lagi, karena merugikan kesehatan orang lain,” katanya.

Hasil uji cepat adanya zat pewarna pakaian, terdapat pada jipang kacang produk Anam dengan merek Farida dengan Nomor PIRT 208356842185. Gabus bulat dan gabus panjang produk dengan merek Pahala Snack produksi Jaya Lestari, Losari,  Brebes, dengan Nomor PIRT 206332913040.

Kemudian kuping gajah merek SDD produksi HND, Purwoharjo, Banjar Patoman, dengan Nomor PIRT 206327902013820. Serta klanthing produsen Kebuman.

Dari hasil uji cepat tersebut, polisi juga membawa bahan sampel yang telah diuji sebagai barang bukti guna dilakukan tindakan penyitaan lebih lanjut. (Sap’$)

Tentang Penulis

Leave A Response